Upaya Membendung Penjajahan Budaya Melalui Media Elektronik | Website BDK Palembang
Weak Gravitational Lensing 2006 Bartelmann M. General Relativity 0 Bartelmus P. Scaling of Spatial Correlations in Cooperative Sequential Adsorption with Clustering 1994 Barter J. Space Stations 2004 Barter J. Telescopes 2005 Barter J. Lucent Library of Science and Technology. Dry spots can be prepared by spotting BAC DNA or the like (of which inexhaustible supplies have been realized) on a substrate using a spotter, forming a plurality of spots, and then drying the spots, for example. An inkjet printer, a pin array printer, or a bubble jet (trademark) printer can be used as a spotter. The use of an inkjet printer is desirable. Most of these systems are based on the knowledge that anaerobic bacteria in the colon are able to recognize the various substrates and degrade them with the enzymes. The application of biodegradable natural polymers, which are resistant to degradation in the upper GIT (above the colon), has gained tremendous importance in pre-biotic food systems. Most of the recent research includes natural polysaccharides, especially from plant origin, being applied to create degradable colon-specific substrates. A very efficient, mutually beneficial arrangement has evolved from a nutritional perspective (Figure 2). In the proximal gut, bacterial competition for absorbable monosaccharides could be detrimental to the host, but in nonruminants colonization is sparse in this region. The word Caporetto has entered the Italian language as a synonym for disaster. The memoir of a New Zealand surgeon in the bimatoprost online BEF. World War One Aircraft Carrier Pioneer: The Stories and Diaries of J. Memoirs of service on HMS Furious. British Military Service Tribunals, 1916-18: "A Very Much Abused Body of Men," James McDermott, Manchester University Press, 2011, 272 pages, ISBN 978 0 7190 8477 5, $95 HB. Defence Science and Technology Organisation. DSTO Research Library - Melbourne. La Trobe University Library. Borchardt Library, Melbourne (Bundoora) Campus. Forensic and Scientific Services.. Early tissue interactions leading to embryonic lens formation in Xenopus laevis. Henry J, Mittleman J. The matured eye of Xenopus laevis tadpoles produces factors that elicit a lens-forming response in embryonic ectoderm. Henry JJ, Tsonis PA. Based on the person's daily routine or "best times," insist upon a morning or afternoon appointment. If the staff knows the situation, they may be willing to give you an appointment when the office is less crowded or noisy. Consider calling the office before you leave the house to check if the doctor is on time. Never leave the person alone in a waiting room. Consider taking a third person with you who can drive and help keep the person occupied. It is helpful to offer extra reassurance to the person with Alzheimer's because (s)he is away from the familiar environment. http://www.jerseycanada.com/jerseyatlantic/fnt/ultramer.php The global interest in the medicinal potential of plants during the last few decades is therefore quite logical. India is one of the richest countries in the world with regard to diversity of medicinal plants. This short-lived perennial with dark green and glossy leaves is native to Madagascar..

Upaya Membendung Penjajahan Budaya Melalui Media Elektronik

GUSMAN,  M.Pd

WIDYAISWARA BALAI DIKLAT KEAGAMAAN PALEMBANG

ABSTRAK:

Teknologi informasi  merupakan alat komunikasi untuk memnyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat melalui audio, audio visual, data text, internet , dan multimedia, maka dari itu perlu dilakukan berbagai filter guna membendung budaya asing yang masuk melalui media elektronik. Berbagai upaya telah/sedang dilaksanakan seperti: menerbitkan undang-undang dan peraturan , pengelola medio elektronik, lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah dan tindakan nyata yang dibutuhkan, sehingga penjajahan budaya melalui media elektronik dapat dibendung.

 Kata Kunci : Media Elektonik, Penjajahan Budaya.

  PENDAHULUAN

Media elektronik merupakan alat komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat melalui; pertama,audio (radio,telepon,mobile,phon (HP)); kedua, audio visual (televise,vedio tape,film); ketiga, data/text(faximilie,pager,sms,mms); keempat, interknit (situs web, E-mail); kelima, multimedia (TV interactive/web-TV/TV-internet,video phone, mms,HP multimedia). Perkembangan teknologi  mengalami  percepatan  yang  luar biasa hal ini dipengaruhi oleh globalisasi, terutama teknologi  informasi  dan komunikasi, teknologi industri, dan teknologi transportasi. Keunggulan teknologi industri telah mencapai effesiensi  yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga mampu menghasilkan alat-alat informasi, komunikasi dan transpormasi sedemikian murahnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, tidak mengherankan kalau dunia entertaimen berkembang dengan pesat, memberikan hiburan secara live atau recorded. On stage maupun broad cassed, cetak atau elektronik digital.

Kemajuan   IPTEK  selain  membawa kemudahan aktifitas, juga membawa dampak negative, salah satunya adalah dekadensi moral para generasi muda, hasil survei yang dilakukan menunjukkan data yang cukup mengejutkan, sebanyak 31,9% siswa/siswi usia 12-18 tahun, mengaku pernah berhubungan seks dengan lawan jenisnya, yang ironisnya dari jumlah siswa/siswi yang mengaku pernah berhubungan seks tersebut 52,8% diantaranya berumur di bawah umur 17 tahun dan 47,2% diantaranya berusia diatas 17 tahun. (Koran Rakyat Bengkulu,07 Februari 2010)

Berbagai pengaruh perdagangan bebas sebagai implikasi dari globalisasi dunia tidak dapat dihindari oleh Negara manapun termasuk Indonesi, oleh karena itu penguatan lembaga-lembaga adat di daerah-daerah terpencil merupakan salah satu upaya untuk membendung pengaruh globalisasi yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai yang dianut di Indonesia. Adanya suatu metode peningatan kesadaran mejaga budaya lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta sesuai dengan ajaran agama, kedepan sangat mutlak diperlukan koordinasi yang insentif perlu segera dilakukan terutama Kementerian Agam, Penerangan, HAM, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Komuniasi dan Iformatika. Pentingnya kesadaran mempertahankan budaya lokal yang sesuai dengan nilai-nilai yang dianut di Indonesia dimasa depan akan memberikan sumbangan dalam rangka meningkatkan kesejateraan masyarakat. Masyarakan yang sadar akan keunggulan buaya sendiri tidak akan  terpedaya oleh pihak-pihak manapun, untuk itu keterlibatan lembaga swadaya masyarakat bersama-sama dengan pemerintah merupakan prioritas yang utama sehingga pemberdayaan masyarakat dapat terwujud. Berkaitan dengan pengertian-pengertian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa penjajahan budaya dapat terjadi seiring perkembangan teknologi penyiaran (radio dan televise), dan kemajuan teknologi yang pesat juga terjadi dibidang telekomunokasi dan computer, serta tetjadinya konvergensi teknologi antara telepon, televise, radio dan computer di satu pesawat.

  TINJAUAN TEORITAS

1.    TELEVISI  SEBAGAI MEDIA AUDIO VISUAL

Televisi sebagai media audio visual(pandang-dengar) merupakan media yang unik dan paling effektip digunakan sebagai; pertama, TV bukan hanya mempengharuhi anak-anak melainkan juga orang dewasa bahkan dapat mengubah budaya masyarakat atau suatu bangsa; Kedua, disamping dampak sebagai disinggung diatas, secara ringkas, media televise dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan suatu bangsa, seta dapat pula berakibat sebaliknya apabila tidak dmanfaatkan dengan tepat dan benar sesuai dengan kondisi objektif masyarakat atau bangsa; ketiga,bahkan dapat pula sebagai media propaganda untuk mempopulerkan suatu bangsa atau memporakporandakan Negara dan bangsa lain melalui penetrasi budaya, pemberintaan tendensius dan lain-lain; keempat, pada awalnya televise merupakan hiburan keluarga, hiburan yang bersipat personal (segmented prpgram) dan akibatnya seperti antara lain; 1) setiap anggota keluarga asik dengan hiburan atau dunianya sendiri; 2) berkurangnya waktu untuk bersama; 3) pendekatan psikologis antar anggota keluarga menjadi berkurang; 4) tidak ada control lagi terhadap penggunaan televise, baik dari segi program ataupun waktu menonton ana-anak. Semua  akibat di atas tidak hanya berhenti di situ, melainkan akan beranak pinak dengan segala dampaknya seperti; a) muda tekontaminasi dengan nilai-nilai baru yang ngative; b) permisif, konsumtif, hedosnistic, individualistic; c) prestasi belajar dan lain-lain.

2.    MEDIA ELEKTRONIK DI INDONESIA

Sangat banyak media elektronik yang ada di Indonesia sepereti; Pertama, TVRI dan 10 TV siaran Nasional; kedua, ratusan stasiun TV local  yang  tersebar di seluruh Indonesia; ketiga, saat ini sudah ada 7 (tujuh) operator televise berbayar yang beroperasi, yaitu: indovision, kabel vision (sekarang bernama first media). IM2, aura, telkomvision, oke vision dan direct vision; keempat, sampai dengan tahun 2008 terdapat RRI  dan  845 stasiun radio anggota PRSSNI dan sekitar tahun 2000 satasiun radio swasta beroprasi tanpa izin; kelima, pengelola website (dot com) yang juga sangat banyak; keenem, semakin lengkap dengan hadirnya radio dan televise luar negeri yang bebas masuk melalui satelit(open air polici). (Wardi Wahid:diampaikan pada pertemuan dan konsultasi budayawan muslim tingkat nasional tahun 2009.

3.    EVALUASI SINGKAP PROGRAM SIARAN TELEVISI NASIONAL.

Berbagai macam program yang ditayangkan di televisi Indonesia, baik yang bernilai positif dan sangat banyak program yang bernilai negative seperti: pertama, program siaran masih banyak menampilkan sadism dan berbau pornograpi; kedua, program yang sangat profit oriented dan mengabaikan mutu; ketiga, durasi dan prosentasi siaran iklan terlalu banyak; keempat adanya kecendrungan memenuhi selera rendah masyarakat dan menggampangkan persoalan sehingga tidak bersifat mendidik. Dari uraian diatas dapat diartikan bahwa lunturnya idealism berbangsa dan benegara di bidang penyiaran telah memberikan kontribusi yang sangat besar, atas terjadinya kolonialisme budaya di Indonesia, serta masyarakat lemag. Rendahnya pendidikan dan kreatifitas, asyik dengan kenikmatan sesaat. Namun demikian dalm 3 (tiga) tahun terahir, intensitas interaksi budaya antar bangsa meningkat secara signifikan ada yang berpengaruh negative dan fositif, beberapa yang dianggap positif atau kebenaran universal seperti Demokrasi, kesetaran Gender dan Hak Asasi Manusia, meningkatkan kuitas pengaruh penetralisasinya dalam membangun kebudayaan masa kini dan masa mendatang. Resistensi budaya local terhadap kebenaran-kebenaran universal baru ini, nyaris tak teraba kecuali ketika dipaksakan dengan lidah Eropa.  Lokalisasi nilai-nilai demokrasi dan kesatuan gender kini dan masa memandang menuntut perhatian lebih besar, melampaui kepentingan perdebatan sentimental, seperti perhatian Ali Khamenei dalam pidatonya di hadapan para pegawai departemen penerangan dan Kantor pendidikan Republik Islam Iran terkait dengan pertukaran dan peran kebudayaan dunia. Khaemenei menjelaskan perang kebudayaan dunia sejak era kolonialisme menggunakan pola penghakiman atas budaya masyarakat local, yang dilanjutkan dengan penggusuran-penggusuran tanfa sadar. Perang kebudayaan bertujuan memusnahkan budaya masyarakat local sampai keakar-akarnya. Pilihan lain adalah pertukaran kebudayaan, berbeda dengan perang kebudayaan, konsep pertukaran budaya merupakan interaksi antar bangsa yang mengantarkan pada pertukaran dalam hal-hal tatacara pergaulan, etika umum, ilmu pengetahuan, gaya berpakaian, ragam kehidupan, bahasa dan agama, Pertukaran budaya bertujuan menggayakan budaya local dan mengantarkannya pada penyempurnaan (Ali Khamenei:2005)

Terdapat perbedaan pola lokalisasi budaya universal, dalam bentuk perang kebudayaan dan dalam bentuk pertukaran kebudayaan antar bangsa. Pola pertama sangat menghakimi dengan perspektif tunggal dan provokatif, dan yang kedua sangat dialogis dan transformative. Dua konsep sederhana ini sedikit membantu menengahi diskusi kebudayaan antar kelompok ekstrim anti Barat dalam masyarakat dengan kelompok ekstrim pemujanya perang kebudayaan dilakukan dengan dua pila; pertama, menggantikan budaya local dengan buadaya asing; dan kedua dengan melakukan serangan budaya terhadap nilai-nilai yang menyangga terbangunnya kebudayaan masyarakat local selama ini. Belakangan serangan ini banyak menggunakan media cetak dan media elektronik seperti film, buku-buku, majalah, iklan dll.

PENGARUH BUDAYA ASING TERHADAP BUDAYA LOKAL.

Kebudayaan Indonesia sudah ada sejak dulu yaitu sekitar 2000 tahun yang lalu, ketika terjadi perpindahan  bangsa primitive untuk mencarai tempat tinggal. Menurut Adseni dalam htt://aprilinscom/2009/223/kebudayaan-indonesia-dan-pengaruh-bangsa-lain; Bangsa primitive tersebut adalah bangsa Austronesia. Semenjak itu pula terbentuklah kebudayaan di Indonesia. Mereka berkembang baik dan memiliki keturunan sampai saat ini, Indonesia juga memiliki berbagai pulau dan kepulauan sehingga tujuan perpindahan bangsa Austronesia tersebut juga bermacam-macam. Para sejarawan mengatakan bahwa bangsa Austronesia tersebutlah yang menjadi nenek moyang bangsa Indonesia dan bisa dikatakan kebudayaan-kebudayaan yang dibawah dan diciptakannya di negeri kita adalah yang dapat disebut sebagai kebudayaan Indonesia, yang menjadi dasar bagi perkembangan selanjutnya sampai saat ini (Sutrisno,1983:27) Menurut Sutan Takdir Ali Syahbana dalam ceramahnya di Gedung Kebangkitan Nasional pada tahun 1975, menerangkan bahwa kebudayaan Indonesia asli memiliki ciri-ciri yaitu; kepercayaan terhadap roh dan tenaga gaib meresapi seluruh kehidupan, nilai solidaritas menguasai ,masyarakat, pengaruh perhubungan dara pada suatu suku amat besar.

Pada masa primnitive bangsa Indonesia Austronesia memiliki kepercayaan dinamisme dan anisme yang berbasiskan otoritas kaum tua yang biasa dilakoni oleh para orang tua dan orang yang dianggap sakti untuk menentukan nasib atau mengetahui jalan hidup, mereka belum mengenal berbagai macam agama yang terstruktur dan memiliki system. Mereka hanya menjalani sesuai dengan adat mereka terlepas dari benar atau salah karena yang mereka mengerti adalah perintah dari seseornag yang memiliki otoritas. Masyarakat Indonesia kini adalah masyarakat yang sedang mengalami perkembangan dan perubahan baru, baik dibidang ekonomi, politik dan kebudayaan. Peran era globalisasi tidak dapat dipungkiri lagi, wabah ini telah merambat dan meyebar dikalangan masyarakat, terutama dikalangan anak muda. Globalisasi merupakan perkembangan cara berpikir dan gaya bertindak yang lebih tertuju pada perpindahan nilai. Pada abat 21 ini peran globalisasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi segala halangan dan rintangan yang menjadi dunia ini semakin terbuka dan saling menguntungkan, globalisasi akan diterima sebagai reality masa depan yang akan mempengharuhi perkembangan dan perugahan baru. Akibat ari perubahan globalisasi ini member kesan yang luas kepada liberalisasi budaya tempatan dan pengukuhan dominant budauya baratterhadap budaya masyarakat Negara setempat, sehingga secara tidak langsung suatu Negara yang mengalami perubahan. Globalisasi ini sedang mengalami suatu penjajahan baru, yaitu penjajahan  budaya baru, dan masyarakat Indonesia sekarang secara tidak langsung telah mengalami penjajahan baru, terutama pada pola kehidupan dan budayanya.  Dampak globalisasi yaitu kemanjuan teknologi yang senantiasa berubah lebih pesat dari sebelumnya, sesuatu yang belum pernah kita rasakan kini mempengharuhi kehidupan dan pola pemikiran kita, gaya hidup dari kebudayaan luar terutama kebudayaan Amerika semakin menular dalam hidup kita, ini terlihat dari maraknya pengguna enternet, cola-cola, nestle, MTV,makanan serba instan seperti; Mc Donald, CFC. KFC,dll, berbagai macam aliran music seperti;  R&B, POP, Rock yang semakin sering kita dengar, maraknya pembangunan gedung-gedung seperti; Hotel berbintang, Mal, supermarket, majalah luar yang diterjemahkan dalam bahasa nasional seperti; cosmopolitan, semua ini tidak terlepas dari pengaruh globalisasi yang semakin kuat dirasakan masyarakat Indonesia, apapun pandangan kita, globalisasi telah dan akan mempengharuhi kesan yang mendalam ke atas semua masyarakat.

Akibat dari semua ini maka timbullah berbagai dampak, manusia mulai terdorong oleh keinginan untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan material. Pendek kata manusia mulai menjadi sekedar pengguna dan boleh dikaji untuk mengetahui kelakuan dan cara berbelanja, kesanya, identity serta nilai-nilai budaya semakin berkembang, kebutuhan akan informasi menjadi bagian dan gaya hidup masa kini, maraknya berbagai media dalm menyalurkan informasi tidak menutup kemungkinan untuk kalangan anak muda untuk lebih mudah menikmati gaya bahasa dan gaya hidup dalam berbagai majalah, salah satunya adalh majalah gratis yang diperuntukan untuk anak-anak yang gaul dan kreatif.

Bisnis yang makin marak saja antara lain terbitnya berbagai majalah gratis di Yokyakarta yaitu; majalah BLANK dan Outmagz, segala informasi dan trend masa kini lengkap disajikan dalam gaya bahasa yang enak untuk dibaca oleh kalangan mana saja, gaya bahasa, gaya desain, pernak pernik warna yang semarak dan seronok semakin disukai oleh anak-anak muda sekarang, tentu saja semua ini tidak lepas dari peranan suatu budaya tertentu dan budaya orang-orang  Amerika menjadi trend yang tidak asing lagi, sehingga ini semua mempengaruhi gaya-gaya majalah di Indonesia.

5.    UPAYA MEMBENDUNG PENGARUH MEDIA ELEKTRONIK

Perkembangan masyarakat Indonesia yang semakin pesat sebagai akaibat kemajuan ilmu dan teknologi, khususnya teknologi komunikasi, menuntut adanya siaran-siaran agama yang lebih bermutu serta pengelolaannya yang lebih baik, rapid dan profesional, sebab siaran agama melalui media elektronik harus sesuai dengan tuntunan zaman, situasi dan kondisi, hal ini perlu dikemas dengan baik agar dapat menghasilkan suatu siaran yang berdaya dan berhasil guna. Perkembangan teknologi mengalami percepatan, hal ini dipengaruhi oleh globalisasi, terutama teknologi informasi dan komunikasi, teknolgi industry dan teknologi trasportasi, keunggulan teknologi industri telah mencapai effisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga mampu menghasilkan alat-alat komunikasi, komunikasi dan transportasi sedemikian murahnya dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya tidak mengherankan kalu dunia entertaement berkembang dengan pesat, memberikan hiburan secara live atau recorded, on stage maupun broadcasted, cetak atau elektronik digital, oleh karena itu tugas kita semakin berat, bukan saja siaran itu dapat membimbing umat islam dalam pengamalan agama, tetapi juga memberikan motivasi kepada umat dan berupaya menggerakannya agar meningkatkan partisipasinya secara maksimal dalam mensukseskan program-program pembinaan keagamaan. Media elektronik  mempunyai peran yang besar dan luas sekali sebagai alat penyampai/informasi maupun alat komunikasi. Perananya yang besar dan luas ini menempatkan posisinya begitu penting dan dibutuhkan manusia dalam kehidupannya bahkan dalam perkembangannya di Indonesia. Media elektronik buka merupakan kebutuhan skunder melainkan primer/biasa. TV dan Radio hampir tersebar merata keseluruh nusantar, di pelosok pedesaan dan wilayah terpencil, melalui kedua media ini maka informasi dalam sekejap  sudah merata diterima dalam waktu singkat.

Pearanan lain dari elektronik yaitu secara sikologi mempengaruhi sikap mental dan perbuatan seseorang, juga dampaknya akan semakin besar terhadap penyebaran nilai-nilai baru dan goyahnya nilai-nilai yang selama ini dianggap baku terhadap nilai-nilai agama, baik karena terpengaruh maupun dalam pengertian ikut-ikutan atau dalam penegrtian fositif yakni bernilai pendidikan. Indonesia dibawah kepemimpinan Suharto dan arde baru adalah kisah represi politik terhadap industry media yang terus berlangsung sejak awal masa orde baru hingga pada hari-harai terahir kekuasaan orde baru. Lebih dari 70 surat kabar dan majalah pernah mengalami masa pembrendelan dala 33 tahun, televise dikuasai oelh Negara  dan radiopun mengalami pembatasan untuk tidak boleh menyiarkan berita yang telah dibuat oelh stasiun radio melik Negara (Sen & Hill, 2001).

6.    HAL-HAL YANG MENDESAK DILAKUKAN   

       Kebudayaan bangsa adalah kebudayaan yang timbul sebagai buah budidaya rakyat Indonesia seluruhnya, dari kalimat tersebut dapat ditangkap secara jelas maknanya. Kalimat itu mengandung makna pengakuan bahwa seluruh budaya suku bangsa (derah) di seluruh Indonesia, pada hakekatnya adalah kebudyaan bangsa dan atau kebudayaan nasional Indonesia. Dengan pengakuan dan mencerminkan arti bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, kita tidak mengenal istilah budaya manyoritas dan minoritas, maju atau terbelakang, tinggi atau rendah, seluruh budaya suku bangsa dalam posisi sama, sertar dan dari pengakuan seperti itu akan tercipta iklim kehidupan saling menghargai dan saling menghorrnati.

Hal-hal yang mendesak dilakukan dalam rangka membendung penjajahan budaya melalui media elektronik antara lain; pertama, undang-undang dan peraturan, dalam undang-undang nomor 32/2002 tentang penyiaran, pasal 5 menetapkan bahwa penyiaran diarahkan untuk; 1) menjunjung tinggi pelaksanaan pancasila dan UUD 1945: 2) menjaga dan meningkatkan moralitas dan nilai –nilai agama serta jati diri bangsa; 3) meningkatkan kulitas SDM; 4) menjaga dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa; 5) meningkatkan kesadaran ketaatan hokum dan disiplin nasional; 6) menyalurkan pendapat umum serta mendorong peran aktif masyarakat dalam pembangunan nasional dan daerah serta melestarikan lingkunag hidup; 7) mencegah monopoli kepemilikan dan mendukung persainagan yang sehat dibidang penyiaran; 8) mendorong peningkatan kemempuan perekonomian rakyat, mewujudkan pemetrataan dan memperkuat daya saing bangsa dalam era globalisasi; 9) memberikan informasi yang benar, berimbang dan bertanggungjawab; 10) memajukan kebudayaan nasional ; kedua, pengelola media elektronik diantaranya : 1) senantiasa menghimbau dan mengawasi setiap pengelola stasiun TV di Indonesia, agar senatiasa memproduksi dan menyiarkan program-programnya dalam kerangka usaha, memperkokoh persatuan dan kesatuan, membangun karekter dan jati diri bangsa yang dicita-citakan; 2) perlunya pengelola media memilki tanggungjawab yang seimbang dengan kebebasan dan kekuatan yang dimilikinya; ketiga, Lembaga pemerintah dan non pemerintah sebagai berikut : 1) Badan sensor film (BSF); 2) Komisi penyiaran Indonesia (KPI); 3) Departemen Agama;  4) Departemen pendidikan nasional dan departemen-departemen lainnya; 5) MUI, LSM, Tokoh masyarakat, pakar, akademisi, budayawan, dan seluruh anggota masyarakat; 6) semua harsu lebih tegas kommit agar hokum bisa ditegakkan di bidang penyiaran maupun media elektronik lainya.

 P E N U T U P

1.    KESIMPULAN

a, Media elektronik merupakan media yang unik dan paling efektif dalam mempengaruhi   anak-anak dan orang dewasa serta dapat pula mengubah suatu budaya bangsa atau masyarakat.

b, Upaya membendung pengaruh media elektronik melalui tindakan nyata seperti, filter, sikap dan hadapi segala suasan, membutuhkan nilai-nilai baru yang selektif dan kuasai pasar dan jadilah tuan rumah di negeri sendiri.

c, Melalui peningkatan kesadaran akan budaya local (Indonesia) bahwa budaya sendiri lebih pas, cocok dan sesuai dengan ajaran yang kita anut, maka pengaruh negatif melalui elektronik dapat dibendung.

 

2.    SARAN-SARAN  

a, Kepada pemerintah diharapkan mengeluarkan metode peningkatan kesadaran bahwa budaya sendiri lebih bagus dan sesuai dengan kebuthan masyarakat dan nilai-nilai yang kita anut dan selalu menigkatkan koordinasi yang insentif denag dinas-dinas terkait dan pemerintah wajib mencegah maksudnya film inpor yang bertentangan denag nilai-nilai budaya bangsa Indonesia serta mencegah penodaan nilai-nilai agama atau pengaruh negatif budaya asing.

b, Kepada lembaga-lembaga mastyarakat mengingat pengarauh perdagangan bebas sebagai implikasi dari globalisasi dunia tidak dapat dihindari oleh Negara manapun termasuk Indonesia, oleh karena itu penguatan lembaga-lembaga adat di daerah-daerah terpencil merupakan salah satu upaya untuk membendung pengaruh globalisasi yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai yang dianut di Indonesia.

c, Kepada lembaga-lembaga penyiaran diharapkan untuk bisa sebagai penyaluran pendapat umum yang kondosif, lalu meningkatkan budaya bangsa, meningkatkan perekonomian nasional untuk mewujudkan pemerataan dan memperkuat daya saing serta meningkatkan stabilitas nasional yang mantap dan dinamis.

d, Kepada masyarakat dan para orang tua, untuk dapat menghindari dampak negatif akibat arus globalisasi dan informasi yang terjadi pada saat ini, maka keluarga (orang tua) dituntut untuk menanamkan nilai-nilai luhur (nilai agama) dengan memberikan contoh yang baik sehingga contoh yang baik tersebut dapat dijadikan landasan dalam bersikap dan berperilaku serta menjadikan tauladan bagi remaja, sehingga anak-anak kita dapat terhindar dari pengaruh globalisasi dan informasi.

DAFTAR PUSTAKA

A.M, Romli, 1994, Manajemen Dakwah, Ditjen Bimas Islam Jakarta

Departemen Agama RI, 2004, Pedoman Siaran Keagamaan Di Televisi dan Radio,  Peningkatan Pendidikan Agama pada masyarakat dan Seni Keagamaan, Jakarta

Mudzakir, 2005, Pedoman Pembinaan Pelayanan Sosial Keagamaan, Derektur Jend,Binbaga Masyarakat Islam, Jakarta.

Nazaruddin, Umar, 2007, Materi Bimbingan dan Penyuluhan  Warga Lapas, Direktur Jend. Binbaga Masyarakat Islam, Jakarta.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply