KEBERADAAN BAHASA GAUL MEMPENGARUHI EKSISTENSI BAHASA INDONESIA | Website BDK Palembang

KEBERADAAN BAHASA GAUL MEMPENGARUHI EKSISTENSI BAHASA INDONESIA

KEBERADAAN BAHASA GAUL MEMPENGARUHI EKSISTENSI BAHASA INDONESIA

OLEH :

HODIDJAH

WIDYAISWARA MADYA

 ABSTRAK

Bahasa meruapakan simbol khas dari suatu negara ataupun wilayah, karena bahasa merupakan unsur vital dalam berkomunikasi atau sebagai alat komunikasi paling utama.Bahasa sangat beragam di dunia ini, Penulisan  ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis tulisan ini berguna sebagai pengembangan konsep kebahasaan. Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi: 1. penulis, sebagai wahan penambah pengetahuan dan konsep keilmuan khususnya tentang kebahasaan. 2. pembaca, sebagai media informasi tentang konsep kebahasaan baik secara teoritis maupun secara praktis.

Metode Pengkajian tulisan ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Melalui metode ini penulis akan menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan komprehensif. Data teoritis makalah ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik studi pustaka, artinya penulis mengambil data melalui kegiatan mebaca berbagai literatur yang relevan dengan tema makalah. Data tersebut diolah dengan teknik analisis isi melalui kegiatan mengeksposisikan data serta mengaplikasikan data tersebut dengan tema penulisan .. Sistematika Penulisan. Jadi, keberadaan bahasa gaul memang sangat mengganggu eksistensi bahasa Indonesia. Oleh karena itu perkembangan bahasa gaul tidak dapat dicegah tetapi dapat diminimalisir jika kita kembali meningkatkan eksistensi bahasa Indonesia itu sendiri..

Kata Kunci: Bahasa gaul, eksistensi, Bahasa Indonesia

PENDAHULUAN

Bahasa meruapakan simbol khas dari suatu negara ataupun wilayah, karena bahasa merupakan unsur vital dalam berkomunikasi atau sebagai alat komunikasi paling utama. Dalam melakukan interaksi, hubungan sosial dengan sesama di masyarakat, setiap orang butuh bahasa.Bahasa sangat beragam di dunia ini, karena setiap negara mepunyai bahasa masing-masing yang berbeda satu sama lain, bahkan bahasa dapat membedakan antara negara yang satu dengan negara yang lain. Negara Indonesia menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa umum atau utama dalam bernegara, berbeda dengan negara Amerika yang menggunakan bahasa Inggris dalam bernegara. Jadi, bahasa juga dapat menjadi ciri dari suatu negara. Bahasa daerah ini dapat membedakan wilayah yang satu dengan wilayah yang lain. Makin berkembangnya waktu, maka pemakaian bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul. Anak remaja menganggap kalau tidak mengerti bahasa gaul berati remaja tersebut tidak gaul. Bahasa gaul makin meraja di kalarang remaja bahkan tak jarang banyak orang berpendidikan pun menggunakan bahasa gaul ini, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan baik dalam waktu formal maupun non-formal mengakibatkan penggunaan bahsa menjadi tidak baik dan tidak benar.

  Batasan Masalah Berdasarkan rumusan  masalah di atas penulis membatasi masalah yang akan dibahas yaitu : 1. Apa pengaruh perkembangan bahasa Indonesia terhadap eksistensi bahasa gaul ? mnnfaat Penulisan  ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengembangan konsep kebahasaan. Secara praktis makalh ini diharapkan bermanfaat bagi: 1. penulis, sebagai wahan penambah pengetahuan dan konsep keilmuan khususnya tentang kebahasaan. 2. pembaca, sebagai media informasi tentang konsep kebahasaan baik secara teoritis maupun secara praktis.

Metode Pengkajian tulisan ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Melalui metode ini penulis akan menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan komprehensif. Data teoritis makalah ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik studi pustaka, artinya penulis mengambil data melalui kegiatan mebaca berbagai literatur yang relevan dengan tema Tulisan.

PEMBAHASAN

 Bahasa adalah bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia, bukan bunyi yang dihasilkan alat lain. Bahasa berasal dari udara yang keluar dari paru-paru menggetarkan pita suara di kerongkongan dan kemudian terujar lewat mulut.Abidin, dkk (2010 : 1 ) Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa bahsa adalah bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang digunakan untuk berkomunikasi atau berinteraksi antara anggota masyarakat.

 Fungsi bahasa menurut Abidin, dkk ( 2010 : 3 ) menjelaskan bahwa fungsi utama bahasa adalah sebagai media komunikasi, tetapi selain sebagai media komunikasi bahasa juga memiliki fungsi lain yaitu : 1. Fungsi ekspresif Bahasa dapat digunakan untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan pengelaman. Contohnya dalam puisi. Pengarang mengeksperikan ide, gagasan dan pengalamanya dengan bahasa yang ditulis per bait yang disebut puisi. 2. Fungsi estetis Bahasa sebagai media yang indah untuk menyampaikan pesan. Fungsi estetis ini biasa diwujudkan dalam bentuk karya sastra. 3. Fungsi informatif Artinya bahasa dapat digunakan untuk menginformasikan sesuatu kepada orang lain. 4. Alat fungsional Artinya bahasa dapat dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu. .

Dari bahasa gaul kemudian muncul istilah bahasa alay, tapi cenderungsama dengan bahasa gaul bahasa gaul tapi bahsa alay ini lebihcenderung terlihat dari tulisan bukan lisan.Contoh yang merupakan jenis-jenis padanan kata yang ada dalamkamus alay:1. Nama yang dibuat dengan bahasa alay dalam situs jejaring sosial Contoh : Aiiu Checeuemanjayg Ingnmndptknkshsaiankeanktlus (Eankengganputusasa)2. Tulisanya mengunakan huruf besa-kecil. “aLoW kLiAnZ hArUz ADd GwE YaH!!” atau dengan angka “K4Ng3nZ dWEcChh” contoh penulisan lain dengan bahasa alay : a. meminta orang lain untuk menambahkan jadi teman dalam situs jejaring sosial : “j9n lupa ett ghw” iya : ia kamu: kamuh, kammo, kamoh, kamuwh, kamyu, qamu, dan lain-lain aku : akyu, aq, akko, akkoh, aquwh, dan lain-lain maaf: mu’uph, muphs, maav, dan lain-lain sorry: cowyie, cory, tory, dan lain-lain add : ett,etths,aad,edd,etc for : vo,fur(zz),pols,etc lagi : agi,agy makan: mums,mu’umhs,etc lucu : lutchuw,uchul,luthu,etc siapa: cppa,cp,ciuppu,siappva,etc apa : uppu,apva,aps,etc narsis: narciezt,narciest,etc Semakin bertambahnya waktu semakin bertambah bahasa-bahasa gaul yang muncul sehingga kosa kata gaul pun semakin banyak. Pembahasan Makalah  Eksistensi Bahasa Indonesia Di zaman sekarang ini perkembangan bahasa Indonesia kian menurun. Masuknya berbagai bahasa asing yang tidak mungkin kita tolak dan ada beberapa kata asing yang diserap menjadi kosa kata Indonesia. Namun, disisi lain, keberagaman bahasa serapan juga menjadi masalah bagi orsinilitas bahasa yang kian mengkhawatirkan dan penggunaan tata bahasa yang kian serampangan baik tulisan maupun lisan. Tentu saja, media televisi, koran, radio, internet dan merek dagang import adalah termasuk faktor pendorong utama yang ikut mencederai kebahasaan kita. Fenomena ini sangat kentara pada pengunaan bahasa oleh anak-anak muda saat ini. Munculah istilah bahasa gaul, bahasa alay, dan sebagainya. Di kalangan anak-anak, film import juga ikut mempengaruhi perkembangan kebahasaan yang seharusnya menjadi pondasi komunikasi. Sebut saja misalnya film animasi dari negara tetangga, Ipin – Upin, yang diputar dengan menggunakan bahasa Melayu. Merek dagang asing juga dengan seenaknya masuk dengan bahasa aslinya, tanpa melakukan penyesuaian dengan bahasa nasional. Kebahasaan kita menjadi seperti pasar, dimana semua bahasa bercampur baur. Dengan kata lain keberadaan bahasa Indonesia semakin terkalahkan dengan munculnya bahasa lain seperti bahasa gaul. Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Bahasa Indonesia Di era globalisasi ini penggunaan bahasa gaul makin meraja dan terus muncul bahasa gaul baru yang membuat eksistensi bahasa Indonesia kian menurun. Penggunaan bahasa gaul ini membuat remaja makin sulit mengetahui bahasa Indonesia yang baik yang benar. Bahkan penggunaan bahasa yang terlalu sering mebuat orang-orang tak sadar bahwa bahasa tersebut bukan bahasa yang baik dan benar. Tidak jarang dalam acara formal pun banyak orang yang menggunakan bahasa gaul yang dalam konteksnya tidak sengaja. Media Mempengaruhi Perkembangan Bahasa Gaul Terliahat dari contoh struktur bahasa gaul bahwa media sangat berpengaruh terhadap penggunaan bahasa gaul, khususnya situs-situs jejaring sosial. Penikmat situs-situs jejaring sosial kebanyakan adalah remaja. Tulisan seorang remaja di situs jejaring sosial yang menggunakan bahasa gaul, akan dilihat dan bisa jadi ditiru oleh remaja lain. Selain remaja anak sekolah dasar pun banyak yang menggunakan situs jejaring sosial. Berarti banyak juga anak sekolah dasar yang seharusnya diberikan atau diajarkan bahasa yang baik dan benar dengan adanya situs jejaring sosial sebagai media juga dapat berpengaruh besar. Tapi tak dapat dipungkiri bahwa penyerapan bahasa gaul dikalangan anak dan remaja yang tengah menjadi tren merupakan bagian dari  konformitas terhadap lingkungan. Yang dimaksud konformitas adalah meleburkan diri pada lingkungan agar mendapat pengakuan. Dalam perkembangan sosial anak usia SD dan remaja, konformitas memang amat diperlukan karena akan meningkatkan self esteem (harga diri) anak. Jadi, biarkan saja anak SD ataupun remaja yang memang diperlukan bagi perkembangan sosialnya. Yang harus diajarkan pada anak adalah soal penempatan, dalam arti kapan dan kepada siapa bahasa tersebut boleh digunakan. Dari penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa media berpengaruh besar terhadap penyebaran bahasa gaul.

PENUTUP

Simpulan Jadi, keberadaan bahasa gaul memang sangat mengganggu eksistensi bahasa Indonesia. Namun disisi lain kita tidak bisa mencegahnya apalagi dikalangan anak-anak dan remaja karena perkembangan psikologis keduanya menuntut mereka agar diakui di masyarakat dan salah satunya dengan mengikuti tren bahasa gaul itu sendiri. Oleh karena itu perkembangan bahasa gaul tidak dapat dicegah tetapi dapat diminimalisir jika kita kembali meningkatkan eksistensi bahasa Indonesia itu sendiri.. Saran Dari simpulan diatas , penulis merumuskan saran sebagai berikut : 1. Hendaknya lebih diadakan pemahaman yang lebih kepada anak-anak dan remaja. 2. Mualilah dari diri sendiri untuk membudidayakan bahasa Indonesia, dan meningkatkan kembali eksistensinya.

Daftar Pustaka

Abidin, Yunus,dkk. (2010). Kemampuan Berbahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Bandung:              CV. Maulana Media

Grafika.http://wismasastra.wordpress.com.

http://klikm.net/kolom/read/2466/sumpah-satu-bangsah

http://wartawarga.gunadarma.pengaruh-bahasa-gaul-dalam-perkembangan-bahasa-indonesia

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply