Website BDK Palembang
image

BDK Palembang Adakan Rapat Persiapan TSPDI Diklatpim IV Tahun 2016

Palembang (Diklat HUMAS) bertempat di Ruang Rapat Lantai II BDK Palembang sebanyak 7 orang perwakilan dari Kanwil, UIN, STAIN yang ada diwilayah kerja BDK Palembang pada Senin (09/05/2016) pagi mengikuti Rapat Persiapan Tim Seleksi Peserta Diklat Instansi (TSPDI) untuk Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Pola Baru Tahun 2016. Perwakilan tersebut yang hadir dalam kegiatan ini yaitu M. Yusuf Hazairin, S.Sos, M.Si dari UIN Raden Fatah Palembang, Drs. Akhmad Syukriy, MM dari IAIN Raden Intan Lampung, Muslikhin, S.Pd.I dari IAIN Bengkulu, Drs. H. Yeri Taswin, M.Pd.I dari Kanwil Kemenag Sumsel, H. Indra Jaya, S.Ag, M.A.P dari Kanwil Kemenag Lampung, Drs. H. Mulya Hodori, M.Pd dari Kanwil Kemenag Bengkulu dan Tri Pramasetia, SE dari STAIN Jurai Siwo Metro Lampung.

Read more »

IMG_5819

Bukan Perpisahan, tapi Sampai Jumpa di Lain Waktu

Palembang (Diklat HUMAS) tepat hari ini perjalanan karier salah satu pegawai senior Balai Diklat Keagamaan Palembang mencapai batas usia pensiun. Selama kurang lebih 29 tahun mengabdi Bapak Dawar, S.H. telah banyak memberikan kontribusi bagi kemajuan BDK Palembang terutama bagian Humas dan Keprotokolan. Acara Perpisahan Purnabhakti Bapak Dawar, S.H. sendiri dibarengi dengan acara pelepasan pindah tugas salah satu Widyaiswara Utama BDK Palembang Dra. Hj. Yurnalis Nurdin, M.Pd ke Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Jakarta.

Read more »

kusasi

Kapusdiklat Teknis Buka 4 Diklat Bagi Kepala dan Guru Madrasah

Palembang (Diklat NEWS) bertempat di Auditorium BDK Palembang pada Selasa (19/04/2016) malam Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Dr. H. M. Kusasi, M.Pd didampingi oleh Kepala BDK Palembang Dra. Hj. Nyimas Mahani, MM beserta seluruh pejabat struktural secara resmi membuka 4 jenis Diklat Teknis Substantif Kependidikan. 4 jenis Diklat Teknis Substantif tersebut yaitu Pembekalan Penugasan Tambahan Kepala MI dan MTs serta Instrumen Penilaian bagi Guru MI dan MTs.

Read more »

Arahan Kapusdiklat Administrasi sekaligus Membuka Kegiatan secara resmi

BDK Palembang Gelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Wilayah Kerja Tahun 2016

Palembang (Diklat HUMAS) Dalam rangka bersinergi mewujudkan Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama yang Bersih dan Melayani, sesuai dengan motto Hari Amal Bhakti Kementerian Agama Republik Indonesia yang ke – 70 Tahun 2016 maka diperlukan suatu evaluasi dan koordinasi, sehingga terwujud persepsi yang sama. Dengan adanya persepsi yang sama diantara instansi yang terkait, diharapkan akan dapat dicapai tujuan yang diharapkan. Untuk itulah Balai Diklat Keagamaan Palembang menyelenggarakan Kegiatan Rapat Evaluasi dan Koordinasi Wilayah Kerja Balai Diklat Keagamaan Palembang Tahun 2016 yang dibuka secara resmi oleh Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Drs. H. Saeroji, MM bertempat di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang pada Rabu (06/04/2016) malam.

Read more »

image

BDK Palembang Selenggarakan DDWK Teknis Keagamaan di Kemenag Kota Bengkulu

Kota Bengkulu (Diklat NEWS) Balai Diklat Keagamaan Palembang kembali menyelenggarakan Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) yang kali ini diadakan di Kementerian Agama Kota Bengkulu.   DDWK di Kemenag Kota Bengkulu yang di gelar pada kesempatan ini terdiri dari 3 Angkatan yang kesemuanya merupakan Diklat Tenaga Teknis Keagamaan Penyelenggara Zakat, Penyelenggara Wakaf dan Hisab Rukyat. Upacara pembukaan DDWK ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kemenag Kota Bengkulu Dr. H. Mukhlisuddin, MA.

Selanjutnya dalam kesempatan ini Kasi Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Drs. H. Arion, S.IPI, M.Si di daulat mewakili Kepala BDK Palembang menyampaikan laporan Ketua Panitia Pelaksana. Dalam laporannya Kasi Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan mengatakan bahwa DDWK Teknis Keagamaan yang di adakan di Kemenag Kota Bengkulu ini berbeda dengan DDWK lainnya. Hal ini dikarenakan selain jumlah jam pelajarannya sebanyak 70 jam, tenaga pengajar pun melibatkan akademisi dari UIN Raden Fatah Palembang sebanyak 3 orang.

“DDWK di Kemenag Kota Bengkulu kali ini berbeda dengan DDWK lainnya, selain dilaksanakan selama 7 hari dengan 70 Jam Pelajaran, DDWK ini seluruhnya adalah DDWK Teknis Keagamaan” ungkap Arion.

“Selain Widyaiswara dari BDK Palembang kita juga melibatkan para ahli di bidangnya dalam kegiatan kali ini yang berasal dari UIN Raden Fatah Palembang” pungkas Arion.

Selanjutnya dalam waktu yang bersamaan di tempat berbeda, BDK Palembang juga menyelenggarakan DDWK di Kantor Kementerian Agama Kota Metro Lampung. Tim DDWK di Kemenag Kota Metro Lampung di pimpin langsung oleh Kepala BDK Palembang Dra. Hj. Nyimas Mahani, MM [AMZ]

image

DDWK/DDTK di Negeri Laskar Pelangi Resmi di Buka

Manggar – Beltim (Diklat NEWS) Tim Diklat Di Wilayah Kerja dan Diklat Di Tempat Kerja dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang kembali bertolak ke Negeri Laskar Pelangi (Belitung) pada hari Minggu (13/03/2016) dengan di pimpin oleh ketua rombongan Kasi Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Drs. H. Arion, S.IPI, M.Si dan Kasi Diklat Tenaga Administrasi Mursidah, S.Ag, MM. Kegiatan ini sendiri diselenggarakan kedalam dua wilayah yaitu di Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur (Beltim) di Manggar dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung di Tanjung Pandan.

Adapun kegiatan DDWK/DDTK di Kemenag Kab. Beltim secara resmi dibuka oleh Kepala Kemenag Kab. Beltim Drs. H. Imam Sapei di lapangan upacara MTs Negeri Manggar pada Senin (14/03/2016) pagi. Dalam kesempatan ini juga hadir Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kab. Beltim Drs. Salim.

Dalam sambutannya Kepala Kemenag Kab. Beltim mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan momen yg cukup berharga karena selama ini diklat dilaksanakan secara klasikal dan terbatas peserta yang dapat di kirim ke  BDK Palembang.

“Ini adalah momentum yang sangat berharga dimana selama ini untuk meningkatkan kualitas SDM kita biasanya di panggil ke Balai Diklat di Palembang tapi sekarang Tim Balai  Diklat yang mendatangi kita” ungkap Sapei.

Selanjutnya dalam laporan ketua panitia pelaksana yang di bacakan oleh Kasi Diklat Tenaga Administrasi bahwa kegiatan ini selain bertujuan untuk meningkatkan kompetensi agar dapat mengabdi secara profesional sebagai aparatur Kemenag sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Kegiatan DDWK di Kemenag Kab. Belitung ini sendiri terdiri dari Diklat Teknis Substantif Lesson Study Angkatan II dan Penelitian Tindakan Kelas Angkatan II dan akan berlangsung selama 5 hari meliputi 50 jam pelajaran. Sedangkan untuk Diklat Tenaga Administrasi di selenggarakan DDTK Tata Persuratan dimana menurut Keputusan Menteri Agama Nomor 9 Tahun 2016 terdapat perubahan terhadap Tata Naskah Dinas di Kementerian Agama. DDTK Tata Persuratan ini akan berlangsung selama 4 hari.

Selanjutnya dalam waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda Kepala Kemenag Kab. Belitung juga secara resmi membuka DDWK dan DDTK yang prosesinya dilaksanakan di MAN Tanjung Pandan [AMZ].

IMG_3951

Pusdiklat Teknis Sosialisasikan DJJ

Palembang (Diklat HUMAS) Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama pada Jum’at (04/03/2016) pagi menyelenggarakan Sosialisasi Diklat Jarak Jauh (DJJ) di Balai Diklat Keagamaan Palembang. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah di agendakan oleh Pusdiklat Teknis untuk seluruh Balai Diklat Keagamaan yang ada di seluruh Indonesia. Tim Sosialisasi ini sendiri diketuai langsung oleh Kabid Perencanaan Diklat Pusdiklat Teknis Ir. Achmad Firdaus, MM dengan praktisi DJJ Abu Fadhallal Syarief, S.Kom dari BDK Jakarta.

Selanjutnya dalam kegiatan ini Kabid Perencanaan Diklat Pusdiklat Teknis mengatakan bahwa tujuan sosialisasi DJJ ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan materi-materi substansi, wawasan tugas, kreatifitas dan kemandirian peserta serta mendorong pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) selain itu DJJ merupakan solusi dalam mengatasi terbatasnya diklat reguler.

“Program DJJ adalah salah satu diversifikasi diklat yang diselenggarakan kembali oleh Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan. Program DJJ ini disediakan dalam rangka perluasan jangkauan akses diklat bagi pegawai di lingkungan Kementerian Agama” ungkap Firdaus.

Dalam kesempatan ini Abu Fadhallal Syarief, S.Kom menjelaskan bahwa melalui portal DJJ djj.pusdiklatteknis.kemenag.go.id,  para pegawai khususnya tenaga pendidik dan kependidikan serta tenaga keagamaan di lingkungan Kementerian Agama dari wilayah kerja BDK Palembang dapat memilih kelas DJJ yang tersedia.

Selanjutnya peserta dapat belajar secara mandiri kapan saja dan dimana saja sesuai kontrak belajar dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Tentunya, para calon peserta terlebih dahulu melakukan registrasi sesuai prosedur. Selesai mengikuti program DJJ, para peserta akan memperoleh sertifikat atau surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh guru madrasah, pengawas, penghulu, penyuluh, admin DJJ serta widyaiswara BDK Palembang. Sosialisasi ini berlangsung selama satu hari dan berlangsung di Aula BDK Palembang [AMZ].

ddlk bangka

BDK Palembang Kembali Selenggarakan DDLK/DDTK di Bangka dan Bangka Selatan

Palembang (Diklat NEWS) Balai Diklat Keagamaan Palembang kembali menyelenggarakan Diklat Di Luar Kampus (DDLK)/Diklat Di Tempat Kerja (DDTK) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan. Upacara pembukaan dilaksanakan pada hari Selasa (01/03/2016) yang secara langsung di hadiri oleh Kepala Kankemenag Kab. Bangka Drs. H. Nasution, M.Pd.I di Sungailiat dan Kepala Kankemenag Kab. Bangka Selatan Syarifudin, S.Ag., M.Pd.I di Toboali beserta jajarannya.

Adapun Diklat yang diadakan di Kantor Kemenag Kab. Bangka terdiri dari Diklat Penelitian Tindakan Kelas, PKG dan PKB, Diklat Pengembangan Komunikasi dan Birokrasi serta Diklat Administrasi Management. Sedangka Diklat yang diadakan di Kemenag Kab. Bangka Selatan terdiri dari Diklat Pengembangan Diri PNS serta Diklat Administrasi Pembelajaran Bagi Guru Madrasah.

Dalam laporan ketua panitia pelaksana DDLK/DDTK di Kantor Kemenag Kab. Bangka yang dibacakan oleh Kasi Diklat Tenaga Administrasi Mursidah, S.Ag, MM mengatakan bahwa tujuan diadakan diklat tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan pegawai sehingga menjadi pegawai yang berkualitas.

“Tujuan diklat yang kita adakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai sesuai dengan kebutuhan dan juga untuk menciptakan pegawai yang berkualitas. Kepada peserta agar dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga nantinya bisa diterapkan ditempat kerja masing-masing” ungkap Mursidah.

DDLK/DDTK yang diselenggarakan di Kantor Kemenag Kab. Bangka dan Kantor Kemenag Kab. Bangka Selatan ini akan diselenggarakan selama 5 hari untuk Diklat Seksi Tenaga Administrasi dan 6 hari untuk Diklat Seksi Teknis Pendidikan [AMZ].

 

IMG_3810

BDK Palembang Gelar DDWK Perdana di Benteng dan Bengkulu Selatan

Renah Semanek (Diklat NEWS) Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang kembali melaksanakan Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) pada Tahun Anggaran 2016 ini dengan sasaran para Aparatur Sipil Negara di Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dan Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Selatan. Kegiatan pembukaan ini dilaksanakan di Aula MIN Pondok Kubang Kab. Benteng.

Adapun Tim BDK Palembang dalam kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasubbag Tata Usaha Nurul Falah, SH, MM dengan didampingi oleh Ketua Panitia Penyelenggara DDWK di Kemenag Benteng ini yaitu H. Martadinata, S.Ag, MM dan Dawar, S.H. dan seluruh panitia pelaksana yang seluruhnya berjumlah 12 orang.

Selanjutnya dalam sambutan Kepala BDK Palembang yang diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha Nurul Falah, SH, MM mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda perdana dari DDWK yang dijadwalkan oleh BDK Palembang pada tahun 2016 ini. Kasubbag TU juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan penyelenggaraan diklat kedepan BDK Palembang selalu berupaya dalam meningkatkan pelayanan salah satunya dengan mengimplementasikan SIMDIKLAT.

“Dalam upaya efektifitas pelayanan diklat kita di Balai Diklat Keagamaan Palembang saat ini telah memanfaatkan ICT dalam proses registrasi peserta diklat yaitu dengan pemanfaatan SIMDIKLAT, kedepan tentunya kita mengharapkan koordinasi dari para stakeholder di wilayah kerja BDK Palembang untuk dapat bekerjasama dalam mengembangkan aplikasi ini agar siklus kediklatan bagi ASN di Kemenag dapat terdeteksi dan merata” ungkap Nurul Falah.

Kegiatan DDWK di Kemenag Benteng ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Benteng Drs. H. Ajamalus, M.H. DDWK yang dilaksanakan di Kemenag Benteng terdiri dari 3 jenis diklat yaitu Diklat Teknis Substantif Penyusunan Bahan Ajar Angkatan I, Administrasi Pembelajaran Angkatan I serta PKG dan PKB. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Benteng secara resmi membuka ketiga jenis diklat ini. Turut hadir dalam kesempatan ini adalah Kasubbag Tata Usaha H. Airin, S.Ag, Kasi Pendidikan Islam Rizal, S.Pd.I, M.Pd, Kasi Bimas Islam Rolly Gunawan, S.Sos.I, M.H.I, dan Kasi PHU Hj. Nurleila MIS, M.H.I serta Kepala MIN Pondok Kubang Dra. Emiyati, M.Pd.

Kepala Kantor Kemenag Benteng dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi dan berterima kasih dengan terpilihnya Kemenag Kab. Benteng sebagai salah satu sasaran penyelenggaraan DDWK tahun 2016 ini dan kerjasama yang telah terjalin selama ini dapat terus ditingkatkan di tahun mendatang, tentunya kegiatan semacam ini sangat bermanfaat didalam meningkatkan kompetensi para ASN terutama para guru madrasah khususnya guru di Kemenag Benteng.

“Kegiatan semacam ini sangat besar manfaatnya terutama bagi kami dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama para guru yang ada dilingkungan Kemenag Benteng, dan kami sangat berharap agar kegiatan DDWK ini agar dapat terus diadakan di tahun-tahun mendatang” ungkap Ajamalus.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Selatan juga di adakan kegiatan DDWK. Kegiatan di Kemenag Kab. Bengkulu Selatan ini di Ketuai oleh Kasi Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Drs. H. Arion, S.IPI, M.Si dan Kasi Diklat Tenaga Administrasi Mursidah, S.Ag, MM. Kegiatan yang di adakan di Kemenag Kab. Bengkulu Selatan ini terdiri dari 2 jenis diklat yaitu DDWK Diklat Teknis Substantif Model-Model Pembelajaran dan Publikasi Ilmiah bagi Guru Madrasah yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Bengkulu Selatan Drs. H. Yasaroh Maksum, M.H.I [AMZ]

PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS PENDEKATAN LINGKUNGAN

PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS PENDEKATAN LINGKUNGAN

Oleh

Elsy Zuriyani

Abstrak

 

Pembelajaran kimia disekolah dewasa ini, tidak sesuai dengan yang diharapkan apabila dikaitan dengan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran kimia. Hal ini disebabkan karena penggunaan sistem pembelajaran yang tradisional yaitu siswa diberikan pengetahuan secara lisan tanpa menggunakan media sehingga siswa menerima pengetahuan secara abstrak tanpa mengalami atau melihat sendiri. Untuk mengatasi permasalahan diatas maka pendekatan pembelajaran yang diterapkan adalah pendekatan lingkungan. Pendekatan lingkungan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran akan menarik siswa, jika apa yang dipelajari diangkat dari lingkungan. Pembelajaran kimia yang berorientasi pada lingkungan akan memberikan kesempatan siswa memahami proses kimia yang berkaitan dengan lingkungannya.

Keyword: Pembelajaran, Pendekatan Lingkungan, Kimia

PENDAHULUAN

Mata pelajaran kimia adalah mata pelajaran yang baru bagi siswa SMA/MA kelas X, Karena mereka baru menerima pelajaran kimia seutuhnya di SMA, walaupun di SMP mereka sudah mempelajarinya namun hanya sekilas saja. Oleh sebab itu siswa siswi masih kesulitan untuk menerima dan mempelajari pelajaran kimia tersebut sehingga mata pelajaran tersebut kurang diminati.

          Pembelajaran kimia saat ini, tidak sesuai dengan yang diharapkan, apabila dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran kimia. Banyak siswa yang mempunyai kemampuan menghapal materi yang diterima dengan baik, tetapi mereka tidak memahami secara mendalam apa yang mereka hapalkan khususnya bagi pelajaran kimia yang umumnya bersifat abstrak, dan siswa tidak mengetahui apa pentingnya mereka mempelajari kimia untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan karena penggunaan sistem pembelajaran yang tradisional yaitu siswa diberi pengetahuan secara lisan (ceramah) tanpa menggunakan media sehingga siswa menerima pengetahuan secara abstrak (hanya membayangkan) tanpa mengalami atau melihat sendiri. Pada konsep kimia yang kebanyakan bersifat abstrak dan kebanyakan juga perhitungan yang mana guru selalu menyajikan materi kimia dengan menggunakan ceramah saja tanpa menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan kehidupan sehingga bagi siswa pelajaran kimia itu cendrung tidak bermakna dan menakutkan.

Oleh karena itu perlu dicarikan solusi bagaimana menyajikan materi kimia yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa sehingga siswa tidak lagi menjadi jenuh dan bosan dalam mempelajari kimia. Sebenarnya cukup banyak metode, media maupun pendekatan yang dapat dimanfaatkan dalam memanfaatkan lingkungan sebagai media dalam pembelajaran. Diantarnya adalah pendekatan lingkungan.

Konsep Pendekatan Lingkungan

Ada beberapa elemen dasar yang perlu diperhatikan, sehubungan dengan pengimplementasian suatu pendekatan di dalam proses belajar mengajar. Pertama, semua pendekatan mengajar adalah baik dan dapat digunakan. Hal ini tergantung dari sejauhmana penyiapan kegiatan belajar mengajar dan materi yang akan diajarkan. Kedua hal tersebut, sangat berpengaruh terhadap proses belajar anak. Kegiatan belajar anak yang berinteraksi langsung denagn benda nyata, dapat merangsang kepekaan berfikir dan persepsinya di dalam memformulasikan konsep-konsep kearah pemahaman yang lebih baik. Sehingga, pengetahuan yang diperoleh dan dibentuk sebelumnya, akan terus diperbaiki dan dilengkapi. Kedua, dampak positif mengajar dengan pendekatan lingkungan alam sekitar, memberikan kesempatan dan dorongan untuk pengembangan inkuiri merupakan kegiatan mencari data-data lain, biasanya melalui proses sebagai berikut: (a) dengan membuat pertanyan-pertanyaan yang dilanjutkan dengan proses investasi. Proses penemuan (discovery) terjadi ketika investigator, yang dalam hal ini adalah anak didik, mendapatkan pengetahuan atau menyadari tentang sesuatu yang sebelumnya tidak dikenal atau diketahui. (b) proses inkuiri dan penemuan, saling berkaitan dan menunjang proses pemecahan masalah tentang hal-hal yang merupakan bagian penting untuk dipelajari dan dipahami. Discovery merangsang terbentuknya pendapat. Dan terjadinya suatu pendapat menunjukan adanya suatu pengertian dan pemahaman. Pengertian dan pemahaman, sangat penting untuk suatu pengetahuan jawaban. Sedangkan jawaban terhadap suatu permasalahn, pada gilirannya akan membawa anak didik untuk lebih banyak bertanya lagi, itulah inquiri. Proses di atas merupakan siklus yang selalu berkaitan satu sama lain.

Strategi mengajar yang selalu diidentikkan dengan mengajar melalui pendekatan lingkungan alam adalah melalui pendekatan lingkungan alam sekitar, adalah pendekatan eksplorasi dan penemuan. Secara umum prosedur mengajar denagn pendekatan lingkungan alam sekitar meliputi: sistematika penggunaan pertanyaan-pertanyaan yang dibuat, lebih mengarahkan kepada proses untuk memacu berfikir, observasi, serta bersikap teliti terhadap segala bagian sekecil apapun, yang dianggap penting bagi anak didik itu sendiri.

Anak didik diarahkan untuk mengeksplorasi benda-benda dan proses-proses dilingkungan alam sekitar yang belum pernah mereka kenal sebelumnya, melalui keterampilan bertanya. Di dalam kegiatan bertanya, anak dibimbing untuk melihat dan mengamati sendiri. Selanjutnya, mereka dipacu untuk memikirkan tentang apa-apa yang mereka amati, dan mengintegrasikan serta mensintesa bagian-bagian yang sesuai dengan hasil pengamatan, sampai mereka dapat memformulasikan kesimpulan dari pertanyaan “apa yang terjadi disini?”. Oleh sebab itu pengetahuan lebih banyak diperoleh melalui penggunaan sumber-sumber dan materi yang sifatnya nyata, daripada melalui deseminasi verbal.

Mengajar dengan pendekatan lingkungan alam sekitar diimplikasikan dengan kegiatan di luar kelas sangat penting dalam rangka melibatkan anak didik untuk menggunakan semua inderanya di dalam mencari jawaban terhadap segala misteri yang mereka temukan

Anak akan lebih cepat memahami, apabila guru lebih banyak menggunakan pendekatan pendekatan eksplorasi di dalam kegiatan belajar mengajar.

Inkuiri di dalam Laboratorium Lingkungan Alam Sekitar

Sebagai strategi pembelajaran utuk proses “penemuan”’ inkuiri mempunyai elemen-elemen yang meliputi pendekatan-pendekatan belajar lainnya, seperti: problem solving, metode discovery, metode Socrates, pendekatan non directive dan sebagainya. Apapun label dari pendekatan-pendekatan tersebut, di dalam proses belajar mengajar tetap mempunyai satu tujuan utama yaitu melibatkan anak didik dalam rangka mengembangkan kemampuan mereka agar dapat memformulasikan pertanyaan-pertanyaan yang dating dari dirinya, serta berusaha untuk mencari jawabannya sendiri. Dengan kata lain, penggunaan pendekatan inkuiri, pada hakekatnya bertujuan untuk membimbing anak didik agar dapat “mencari sesuatu oleh dan untuk dirinya sendiri”.

Pendekatan Pengalaman Langsung Dalam Belajar Mengenal Tumbuhan

Proses pembelajaran yang dimulai dari objek nyata, akan lebih baik daripada dimulai dari buku pelajaran yang diteruskan ke lapangan untuk mengidentifikasi tumbuhan dan membuktikan deskripsinya.

Banyak tumbuhan yang belum dikenal dan bisa kita gunakan untuk memulai kegiatan belajar mengajar. Sering kali kita berkeinginan untuk mengetahui dan menemukan nama tumbuhan yang belum dikenal itu, baik familinya ataupun namanya. Salah satu cara terbaik untuk membantu hal tersebut, adalah dengan mempelajarinya lebih banyak lagi. Banyak ahli sains yang dapat memberikan nama lain setelah nama yang satu diketahui, mungkin satu atau malahan bisa juga dua nama latinnya. Hal ini, membuktikan, pengetahuan manusia tentang tumbuhan masih sangat sedikit.

Pendekatan eksploratory, dapat langsung diadaptasikan untuk kegiatan belajar seperti ini. Pada prakteknya, kegiatan ini bersifat alami. Teknik mengajar dengan pendekatan lingkungan alam sekitar, adalah kegiatan yang melibatkan anak untuk berhadapan langsung dengan obyek belajarnya. Anak diidik difasilitasi dan dibimbing untuk menemukan informasi, dan data tentang obyek belajarnya sebanyak mungkin melalui observasi langsung oleh dirinya sendiri. Pendekatan ini, akan sama baiknya digunakan sepanjang tahun,

Pendekatan lingkungan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran akan menarik siswa, jika apa yang dipelajari diangkat dari lingkungan. Sehingga apa yang dipelajari berhubungan dengan kehidupan dan berfaedah bagi lingkung (Khusnin, 2008). Menurut Yulianto (2002) pendekatan lingkungan berarti mengaitkan lingkungan dalam suatu proses belajar mengajar dimana lingkungan digunakan sebagai sumber belajar. Untuk memahami materi yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari sering digunakan pendekatan lingkungan. Sehingga dapat dikatakan lingkungan yang ada di sekitar merupakan salah satu sumber belajar yang dapat  dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Lingkungan dapat memperkaya bahan dan kegiatan belajar.

Lingkungan merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting dan memiliki nilai-nilai yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Penggunaan lingkungan memungkinkan terjadi proses belajar yang lebih bermakna sebab anak dihadapkan pada kondisi yang sebenarnya. Pelajaran kimia dengan menggunakan bahan-bahan alami lebih menguntungkan bagi siswa dan pengalaman bersahabat dengan alam lebih cenderung menyiapkan perasaan positif bagi siswa terhadap keajaiban alam. Hal ini senada juga diungkapkan Suniarsi (2006) yaitu berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar.

Pendidikan lingkungan sebagai suatu dimensi di dalam pembelajarannya menggunakan pendekatan lingkungan. Di dalam modal pengajaran, pendekatan ini diklasifikasikan berdasarkan lingkungan belajarnya. Jadi pendekatan lingkungan tidak memiliki sintaks pembelajaran. Karli dan Margaretha (2002) menjelaskan bahwa pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan. Pembelajaran melalui pendekatan lingkungan kini dipopulerkan dengan istilah autbond yaitu untuk program pembelajaran di alam terbuka yang berdasarkan pada prinsip experimental learning yaitu belajar melalui pengalaman langsung. Nasution (1976:197) dalam Habiba (2006) mengatakan pendekatan lingkungan atau karyawisata adalah pendekatan yang berorientasi pada alam bebas dan nyata tidak harus selalu ke tempat jauh tetapi dapat dilakukan di lingkungan alam sekitar kita. Jadi menggunakan pendekatan lingkungan dalam pembelajaran adalah memanfaatkan atau menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk keperluan pengajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaaan pendekatan lingkungan berarti mengajak siswa belajar langsung ke lapangan tentang konsep pelajaran. Pendekatan lingkungan berpangkal pada adanya hubungan antara perkembangan fisik manusia dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Belajar melalui pendekatan lingkungan bukan berarti mengeksploitasi terhadap alam, akan tetapi hanya menggunakan jasa alam untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan.

Menurut Hidayah (2006) pendekatan lingkungan sebagai salah satu alteranatif pendekatan dalam pembelajaran kimia sudah mulai diterapkan. Pendekatan lingkungan sebagai pendekatan dalam pembelajaran kimia juga dapat dipadukan dengan pendekatan lain. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan lebih bermakna bila dikombinasikan dengan pembelajaran kooperatif. Dalam pembelajaran siswa bekerja sama dengan kelompoknya serta saling membantu dalam belajar. Pendekatan lingkungan diwujudkan dengan cara menampilkan contoh-contoh penerapan biologi  yang terdapat di lingkungan siswa.

          Dari berbagai definisi dan penelitian penggunaan pendekatan lingkungan yang dilakukan oleh Eugene Ralph Brady (1973) dan T.E. Berger (1973) dapat disimpulkan bahwa pendekatan lingkungan adalah pendekatan proses dengan lingkungan sebagai sarana atau media untuk memperkenalkan lingkungan kepada siswa dalam mengembangkan aspek kognitif. Saat ini pendekatan lingkungan tidak hanya sekedar mengembangkan aspek kognitif saja, tetapi lebih mengutamakan untuk mengembangkan aspek afektif. Yaitu dengan tujuan supaya orang mau terlibat, mau menangani dan mau memelihara lingkungan.

          Secara ekologi manusia adalah bagian dari lingkungan hidupnya. Untuk kelangsungan hidupnya manusia memerlukan sumberdaya dari lingkungannya, misalnya udara, air, tanah, tumbuhan dan hewan. Disamping itu manusia juga mendapatkan rangsangan dari lingkungannya dalam segi keindahan alam, masalah sampah, polusi, dan seterusnya sampai issu pemanasan global (global warning).

          Hubungan manusia dengan lingkungannya merupakan hubungan timbal balik. Sebagai contoh:proses fotosisntesi pada tumbuhan dan proses pernafasan pada manusia.

Dalam tubuh manusia:

C6H12O6  +  6O2            6 H2O  +  6 CO2  +   energy

Dalam tumbuhan :

C6H12O6  +  6O2            6 H2O  +  6 CO2

Dari contoh di atas ditunjukan bahwa manusia adalah bagian dari suatu ekosistem, dan kelestarian manusia tergantung pada kelestarian ekosistemnya. Manusia harus selalu menjaga agar terdapat keserasian antara dirinya dengan komponen lain dalam ekosistemnya.

Lingkungan sebagai sarana Laboratorium

          Pendekatan lingkungan dalam proses belajar dan pembelajaran kimia adalah pemanfaatan lingkungan sebagai sarana pendidikan. Dalam pembelajaran kimia, relevansi pembelajaran dengan lingkungannya dapat dicapai dengan memanfaatkan lingkungan siswa sebagai laboratorium alam.

Adapun ciri-ciri pendekatan lingkungan adalah sebagai berikut:

  1. Yang dimaksud dengan lingkungan, mencangkup semua benda dan keadaan yang mempengaruhi siswa
  2. Isi pelajaran disesuaikan dengan keadaan lingkungan siswa dan penerapan –penerapan kimia
  3. Penyusunan bahan ajar berkisar pada suatu tema atau topik.

Pendekatan Lingkungan dalam Kegiatan Pembelajaran Kimia

Pendekatan lingkungan dapat dilakukan dalam bentuk mengadakan pengamatan langsung ke lapangan atau dengan jalan memindahkan kondisi lapangan ke kondisi yang lebih ideal yaitu pengamatan dan penelitian dalam laboratorium (Noval, 1973)

Pengamatan di dalam laboratorium alam bagi siswa akan memberikan kesan dan pengertian yang lebih mendalam dibandingkan bila suatu masalah didapat secara verbal saja. Melalui pengamatan siswa berkesempatan untuk melihat proses dan berkesempatan melakukan pekerjaan ilmiah, yaitu membuat hipotesa, mengumpulkan data serta menguji kebenaran hipotesa yang dibuatnya. Sebagai contoh, siswa mengamati proses terjadinya alkohol dalam peragian singkong. Dalam proses pembuatan tape ini terjadi reaksi :

C6H12O6                 2 C2H5OH   +   2 CO2

Dalam proses pembelajaran ini siswa dapat mengamati:

1).   Reaksi organik pada umumnya berjalan lambat

2). Pembentukan alkohol dapat dipercepat dengan kenaikan suhu, atau sebaliknya proses  diperlambat dengan penurunan suhu yaitu dimasukan dalam lemari es.

Pembelajaran kimia yang berorientasi pada lingkungan akan memberikan kesempatan siswa memahami proses kimia yang berkaitan dengan lingkungannya, hal ini akan menumbuhkan kesadaran keberadaan siswa dalam ekosistemnya.

Selain hal tersebut diatas, lingkungan hidup sebagai sarana pendidikan memberikan keuntungan dan kelebihan bagi siswa yaitu:

  1. Pengamatan langsung akan memberikan dorongan untuk memiliki pengetahuan lebih jauh tentang masalah yang dihadapi
  2. Alat dan bahan tidak perlu dibeli dengan biaya mahal
  3. Dapat digunakan setiap waktu dan terdapat di mana-mana.

Kesimpulan

Proses pembelajaran kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang sulit bagi siswa karena secara umum pembelajaran kimia ini disampaikan dalam bentuk ceramah sehingga banyak siswa yang jenuh dalam mempelajarinya karena secara garis besar mata pelajaran ini bersifat abstrak. Untuk itu dicari suatu pendekatan pembelajaran yang dapat mengaplikasikan mata pelajaran kimia dalam kekehidupan sehari-hari. Pendekatan itu adalah pendekatan lingkungan. Dengan pendekatan lingkungan ini maka akan didapatkan beberapa keuntungan yaitu: 1) pengamatan langsung akan memberikan dorongan untuk memiliki pengetahuan lebih jauh tentang masalah yang dihadapi; 2) alat dan bahan tidak perlu dibeli dengan biaya mahal; 3) dapat digunakan setiap waktu dan terdapat di mana-mana.

 

DAFTAR PUSTAKA

Habiba Maria. 2006. Pendekatan Lingkungan. http://www.google.co.id/ search?hl=id&source=hp&q= pendektan+lingkungan+ dalam+pembelajaran

Hidayah, R. 2006. Mengoptimalkan Proses dan hasil Belajar Sub Konsep Pencemaran Air dengan Menggunakan Pendekatan Lingkungan Siswa Kelas X SMAN 11 Banjarmasin Tahun ajaran 2005/2006. Skripsi. Program sarjana S-1 Pendidikan Biologi. FKIPUNLAM. Banjarmasin

Karli H dan Margaretha. (2002). Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bina Media Informasi. Bandung

Suniarsih, UU. 2006. Lingkungan, Sumber Belajat yang Terlupakan. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007

Yulianto, E. 2002. Pendekatan Lingkungan pada Pembelajaran Fisika. Pelangi Pendidikan.

Zaidin, M.H. 2000. Sekolah Masa Depan, Pemanfatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar. Pelangi Pendidikan. Jakarta