Website BDK Palembang
diklat pim

Pengembangan Potensi Diri

Selasa (02/05/2017) Widyaiswara Bapak Gusman, S.Ag, M.Pd Memberikan materi pada Diklat Kepemimpinan Tingkat IV angkatan XXV yang pelaksanaannya dari tanggal 13 April s.d 22 Juli 2017 di Balai Diklat Keagamaan Palembang. Pada hari ini widyaiswara kita memberikan materi yang berjudul Pengembangan potensi diri.

Tujuan dari pembelajaran ini diharapkan setelah mengikuti materi ini peserta diklat mampu memahami dan menerapkan pengembangan potensi diri, sehingga dapat menjadi manajer yang lebih baik dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya nanti. Adapun proses dalam pengembangan diri yaitu, mulai dari pengenalan diri, konsep diri, citra diri dan kepemimpinan yang berkarakter sangat berperan dalam pengembangan diri. Dengan ada materi ini diharapkan dapat menciptakan pemimpin yang berkarakter, yang dicintai, disayangi, disegani dan dipatuhi.

sosialisasi Dupak WI

Sosialisasi Digitalisasi DUPAK Widyaiswara

Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI melaksanakan Monitoring Pembinaan/Sosialisasi Keputusan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Nomor 42 Tahun 2016 tentang Digitalisasi Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Widyaiswara pada Kementerian Agama, dan penyebaran angket dalam rangka PMPRB di Balai Diklat Keagamaan Palembang. Jum’at (28/04/2017).

Badan Litbang dan Diklat memberikan tugas kepada H. Fachrudin, S.Kom dan H. Rhazes Anugerah, SH untuk menyampaikan Sosialisasi tersebut. Mereka memberitahukan beberapa hal kepada widyaiswara BDK Palembang : 1) Bagi Pusdiklat dan Balai Diklat Keagamaan yang belum membentuk tim verifikasi, agar segera membentuk tim verifikasi DUPAK Widyaiswara, 2) Pengajuan DUPAK Widyaiswara ke TPI atau TPP harus sudah diverifikasi oleh tim verifikasi sebagaimana dimaksud dalam point pertama, 3) Tim verifikasi hanya memeriksa kelengkapan berkas administrasi dan susunan DUPAK Widyaiswara, 4) Mulai periode ketiga penilaian (Juli), usulan DUPAK widyaiswara harus berupa DUPAK Digital sesuai ketentuan yang terdapat pada Keputusan Kepala Badan Litbang dan Diklat Nomor 42 Tahun 2016, dan 5) Segala bentuk kekurangan/kesalahan/kekeliruan dalam hal penyampaian DUPAK Widyaiswara ke TPI, merupakan tanggungjawab sepenuhnya unit pengusul DUPAK widyaiswara. Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama pemateri dan widyaiswara BDK Palembang.

 

Pntupn Peny.PKG & AKG

Penutupan Diklat 3 Angkatan

Balai Diklat Keagamaan Palembang telah selesai melakukan Diklat Penyuluh Non PNS Angkatan XIV, Diklat Teknis Substantif Pendidikan Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan Diklat Teknis Substantif Pendidikan Angka Kredit Guru yang dilaksanakan selama 7 hari mulai dari tanggal 21 s.d 27 April 2017 pada hari ini Kamis (27/04/2017) resmi ditutup.

Acara penutupan diwakilkan kepada Kasi Diklat Tenga Administrasi BDK Palembang, Bapak Nurul Falah, SH, MM. Beliau mengucapkan selamat kepada peserta semua yang telah mengikuti ketiga diklat ini dengan baik. Beliau berharap dengan pembekalan yang diperoleh dalam pendidikan dan pelatihan ini, dapat memberikan wawasan dan cakrawala berpikir yang jernih bagi peserta dalam melaksanakan tugas di kemudian hari, dengan pelatihan ini juga dapat menciptakan pegawai yang berkinerja baik dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya serta mencapai sasaran pelayanan prima terhadap masyarakat.

 

IMG20170421144419

Pembukaan Diklat Penyuluh Non PNS Akt. XIV, Diklat PKG dan PKB dan Diklat Pendidikan Angka Kredit Guru

Balai Diklat Keagamaan Palembang (BDK Palembang) melaksanakan Diklat sebanyak 3 (tiga) angkatan, yang dilaksanakan dari tanggal 21 s.d 27 April 2017. Pada hari Jum’at (21/04/2017) mengadakan pembukaan Diklat Teknis Substantif Penyuluh Agama Non PNS Angkatan XIV, Diklat Teknis Substantif Pendidikan Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), dan Diklat Teknis Substantif Pendidikan Angka Kredit Guru.

Acara dibuka oleh Kepala BDK Palembang Bapak Syafitri Irwan, S.Ag, M.Pd.I dihadiri oleh Kasi Diklat Tenaga Administrasi, Kasi Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan serta Widyaiswara BDK Palembang. Peserta berjumlah 105 orang, 35 orang dari Penyuluh Non PNS dan 70 orang merupakan guru. Kepala Balai Diklat Palembang berpesan kepada peserta manfaatkankah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, galilah ilmu dari narasumber yang akan memberikan materi, semoga dapat menambah cakrawala dan wawasan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi pembangunan kompetensi peserta diklat.

IMG20170421093501

Penerimaan Peserta Diklat

Balai Diklat Keagamaan Palembang pada hari ini (21/04/2017) sedang melakukan penerimaan peserta. BDK Palembang akan menyelenggarakan Diklat sebanyak 3 angkatan yang akan dilaksanakan mulai dari tanggal 21 s.d 27 April 2017, yang terdiri dari Diklat Teknis Substantif Penyuluh Agama Non PNS angkatan XIV, Diklat Teknis Substantif Pendidikan Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan Diklat Teknis Substantif Pendidikan Angka Kredit Guru (AKG).

Peserta berjumlah 35 orang untuk setiap angkatan total peserta berjumlah 105 orang peserta yang berasal dari penyuluh non PNS berjumlah 35 orang dan 70 orang peserta lainnya jabatan sebagai guru. Mereka berasal dari 4 provinsi yaitu provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini akan berjalan selama 7 hari kedepan.

penutupan diklat calon penyuluh angkatan XI s.d. XIII

Penutupan Diklat Calon Penyuluh Agama Non PNS Angkatan XI s.d. XIII

Palembang, humas.

Diklat Calon Penyuluh Agama Non PNS Angkatan XI s.d. XIII, dilaksanakan dari tanggal 13 s.d. 19 April 2017 atau selama 7 hari, pada Rabu (19/04) akhirnya ditutup secara resmi oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang. Terlihat selama proses pembelajaran peserta sangat semangat dalam belajar, ini dikarenakan materi yang di ajarkan merupakan bekal mereka sebagai Penyuluh Agama.

Upacara penutupan Diklat berjalan dengan khidmat, bahkan dari pesan dan kesan yang disampaikan, peserta minta ditambah lagi jam pelajarannya, diiringi dengan tepuk tangan peserta diklat.

Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang, Syafitri Irwan, S.Ag, M.Pd.I menyatakan bahwa Penyuluh Agama mempunyai peran yang sangat penting dimasyarakat, sehingga Penyuluh Agama mempunyai beberapa fungsi, seperti Fungsi Informatif dan Edukatif, Fungsi Konsultatif dan Fungsi Advokatif, jika Penyuluh Agama mempunyai permasalahan dilapangan maka Fungsi Advokatif dapat digunakan dengan menjalin kerjasama dengan beberapa instansi, seperti instansi pemerintahan yang ada.

Penutupan Diklat ini dihadiri oleh Kasubbag Tata Usaha, Mursidah, S.Ag, MM., Kasi Diklat Teknis Keagamaan, Drs. H. Arion, S.IPI, M.Si., Kasi Diklat Administrasi, Nurul Falah, SH, MM dan panitia Diklat Calon Penyuluh Agama Non PNS Angkatan XI s.d. XIII. Dengan adanya diklat ini diharapkan dapat membawa kesejukan dalam kehidupan beragama yang harmonis, sebagai apresiasi agama yang Rahmatan Lil’alamin.

DSC03344

Kepala BDK Palembang memberikan Materi pada Diklat Penyuluh Non PNS

Pada hari Kamis (20/04/2017) Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang Bapak Syafitri Irwan, S.Ag, M.Pd.I mengisi materi pada Diklat Penyuluh Non PNS Angkatan XI. Materi yang di sampaikan yaitu Peraturan Menteri Agama Nomor 75 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Diklat bagi Pegawai Kementerian Agama. Beliau juga menyampaikan bahwa penyuluh harus memahami tugas dan fungsinya yang mampu membina, mendampingi masyarakat dari yang kurang baik menjadi lebih baik lagi dengan cara pendekatan yang baik kemasyarakat, berakhlak baik, memberikan pelayanan yang baik di masyarakat.

Beliau juga menanyakan problem/masalah yang ada kepada peserta penyuluh. Mereka memiliki problem yang berbeda-beda diantaranya keadaan jama’ah masjid yang terlihat sepi, anak-anak remaja yang sukar mengaji, adanya krisis akhlak, kriminal, adanya pergeseran nilai-nilai moral dan masih banyak lagi. Semua ini merupakan tugas penyuluh dan masalah ini harus diselesaikan dengan baik.

Ada 4 aspek agar penyuluh agama lebih confident dalam menyelesaikan masalah : 1) Aspek Realibility, yaitu potensi yang masing-masing telah dimiliki kita semua, kita tau tugas dan fungsi kita masing-masing dan siap dalam bertugas, 2) Aspek Responsibility, yaitu penyuluh yang tanggap yang sensitif atau peka atas permasalahan yang ada, 3) Aspek Empati, memiliki rasa peduli, 4) Problem Solution, yaitu dapat menyelesaikan masalah yang ada.

 

140-presiden-jokowi-usai-peresmian-masjid-raya-kh-hasyim-asyarinetralnewstoar-sandy-purukan-718x452

Peresmian Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari

BDK Palembang, humas.

Sabtu (15/04) Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Dalam sambutannya, Jokowi menyatakan, dipilihnya nama KH. Hasyim Asy’ari sebagai nama masjid raya yang dimiliki oleh Pemprov DKI, bukan tanpa sebab, menurutnya Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari merupakan pahlawan nasional yang sangat mencintai negerinya dengan sepenuh hati, cinta tersebut tak pernah luntur dan menjadi komitmen beliau.

Presiden melihat, warga Jakarta sangat heterogen. Karenanya, sangat layak, Mbah Hasyim dijadikan nama Masjid Raya Jakarta. “Pembangunan Masjid ini juga sebagai bentuk komitmen Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI dalam menghargai hak beragama dan beribadah Umat Islam,” imbuhnya.

“Masjid ini penuh dengan ornamen Betawi. Ada Gigi Belalang disetiap tiangnya, ada Pagar Langkang. Bangunannya pun berasal dari ide Rumah Bapang yang khas betawi. Hampir seluruh bangunan Masjid, karakter Betawi dimunculkan,” ujar Presiden.

Presiden berharap, keberadaan Masjid Raya ini mewarnai kehidupan beragama masyarakat yang semarak dan barokah.

Sementara itu, KH Shalahuddin Wahid (Gus Sholah) yang mewakili keluarga Besar KH Hasyim Asy’ari, menambahkan, Mbah Hasyim yang mendapat gelar Pahlawan Nasional pada 1964 lalu, mampu menanamkan pondasi Islam yang Tawasuth, Tasamuh, I’tidal dan Tawazun di masyakarat Indonesia.

“Mbah Hasyim sangat menanamkan rasa cinta tanah air. Islam yang Beliau kembangkan bukan Islam Liberal, bukan pula Islam Konservatif. Beliau alhamdulillah mampu memadukan keindonesiaan dan keislaman, kita harus rawat warisan ini,” ajak Gus Sholah.

Sebelumnya, Plt Gubernur Jakarta Sumarsono mengatakan, masjid yang berdiri di atas lahan seluas 2,5 ha ini mempunyai 5 menara. “Masjid ini dibangun 2 lantai, dengan luas bangunan 1,7 ha dan mampu menampung 12.500 jamaah. Selain sebagai tempat mendirikan salat, masjid ini mempunyai ruang serba guna, ruang tambahan, ruang kelas, tempat sosial, gudang dan UKM,” ucapnya.

Karenanya, lanjut Sumarsono, masjid ini juga bisa difungsikan sebagai tempat dakwah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, dan bidang sosial lain. “Dengan jumlah total 66 pengurus, masjid ini juga bisa difungsikan sebagai media sosialisasi berbagai kebijakan Pemerintah,” tuturnya.

Didampingi Menag Lukman Hakim Syaifuddin, Gus Sholah dan Plt Gubernur, Presiden Jokowi meresmikan Masjid Raya Jakarta, ditandai dengan pemukulan bedug dan penandatanganan prasasti. Presiden kemudian melakukan peninjauan dan mendirikan Shalat Dhuhur berjamaah. (https://www.kemenag.go.id/berita/489178/presiden-jokowi-resmikan-masjid-raya-kh-hasyim-asy-ari-jakarta)

Pembukaan Diklat Calon Penyuluh Angkatan XI - XIII

Pembukaan Diklat Calon Penyuluh Agama Non PNS Angkatan XI s.d. XIII dan Diklat PIM Tk. IV Angkatan XXV

Palembang, humas.

Balai Diklat Keagamaan Palembang, Kamis (13/4/2017) kembali mengadakan Diklat Calon Penyuluh Agama Non PNS Angkatan XI s.d. XIII dan Diklat PIM Tk.IV Angkatan XXV. Acara ini dibuka oleh Kabbag Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Prov. Sumsel, Drs. H. Paidol Barokat, M.Pd.I, didampingi oleh Ka. BDK Palembang, Syafitri Irwan, S.Ag, M.Pd.I, Kasubbag Tata Usaha, Mursidah, S.Ag, MM, Kasi Diklat Teknis Keagamaan, Drs. H. Arion, S.IPI, M.Si dan Kasi Diklat Administrasi, Nurul Falah, SH, MM.

Pada kesempatan ini Kabbag Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Prov. Sumsel mengatakan bahwa kegiatan ini urgent untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi kita untuk di masa yang akan datang.

Penutupan Diklat Calon Penyuluh VIII - X

Penutupan Diklat Calon Penyuluh Agama Non PNS Angkatan VIII s.d. X

Palembang, humas.

Selasa (11/4/2017) Balai Diklat Keagamaan Palembang mengadakan upacara penutupan Diklat Calon Penyuluh Agama Non PNS Angkatan VIII s.d. X. Upacara penutupan diklat, ditutup langsung oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang, Syafitri Irwan, S.Ag, M.Pd.I, dihadiri oleh Kasubbag Tata Usaha, Mursidah, S.Ag, MM., Kasi Diklat Teknis Keagamaan, Drs. H. Arion, S.IPI, M.Si., dan Kasi Diklat Administrasi, Nurul Falah, SH, MM.

Diklat Calon Penyuluh Agama Non PNS Angkatan VIII s.d. X dilaksanakan dari tanggal 5 s.d. 11 April 2017. Diklat ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi calon penyuluh agama non PNS untuk melaksanakan tugasnya di daerahnya masing-masing.