Pembelajaran IPA Terpadu di Alam Terbuka Tingkat Madrasah Tsanawiyah | Website BDK Palembang

Pembelajaran IPA Terpadu di Alam Terbuka Tingkat Madrasah Tsanawiyah

 Pembelajaran IPA Terpadu  di Alam Terbuka

Tingkat Madrasah Tsanawiyah

Oleh : Lilis Suryani

PENDAHULUAN

            Proses pembelajaran IPA diharapkan memberi penekanan yang besar pada penguasaan kompetensi yang disebut “life skill”, yang berarti kecakapan hidup yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problem hidup dan kehidupan kemudian secara proaktif dan kreatif mencari solusi untuk mengatasinya (www.google.com.id,  4 – 5 – 2008).

            Dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar telah dilakukan berbagai studi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektifitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. Sebagai salah satu bentuk efisiensi dan efektifitas implementasi kurikulum dikembangkan berbagai model implementasi kurikulum (Depdiknas, 2006).

            Model pembelajaran terpadu merupakan salah satu model implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan, mulai tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah sampai dengan Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah. Melalui pembelajaran terpadu, peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk mencari, menyimpan, dan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya. Siswa yang biasa diajari dengan materi keterpaduan akan mempunyai kecakapan hidup yang tinggi (Forgoty, 1991). Untuk dapat mencetak siswa yang mempunyai kecakapan hidup yang tinggi diperlukan guru-guru yang trampil mengajar dengan pembelajaran IPA terpadu. Namun diketahui bahwa sebagian besar guru IPA MTs di Sumatera Selatan belum mempunyai kompetensi dan ketrampilan untuk mengajar IPA terpadu (Survey dilakukan pada saat Diklat Teknis guru IPA MTs se Sumatera Selatan April 2008). Dengan kata lain kompetensi keterpaduan IPA guru masih kurang berkembang.  Hal ini disebabkan sebagian guru IPA masih terbiasa berfikir spesifik atau tidak holistik (Erni, 2005) Akibatnya  pembelajaran IPA terpadu masih jarang dilaksanakan di MTs negeri maupun swasta. Untuk itu perlu diadakannya Diklat pembelajaran IPA terpadu untuk mengembangkan kompetensi guru IPA terpadu  MTs se Sumatera Selatan .

            Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Sumatera Selatan .

Pengertian Pembelajaran  IPA terpadu

Collins dan Dixon (dalam www. Google.com.id, 15 Mei 2008) menyatakan tentang pembelajaran terpadu sebagai berikut:”Integrated learning occurs when an authentic event or exploration of a topic in the driving force in the curriculum”.  Menurut Prabowo (2000 : 2), pembelajaran terpadu adalah suatu proses pembelajaran dengan melibatkan/mengkaitkan berbagai bidang studi. Dan ada dua pengertian yang perlu dikemukakan untuk menghilangkan kerancuan dari pengertian pembelajaran terpadu di atas, yaitu konsep pembelajaran terpadu dan IPA terpadu. Sementara itu, pembelajaran terpadu menunjuk pada kegiatan belajar yang terorganisasikan secara lebih terstruktur yang bertolak pada tema-tema tertentu atau pelajaran tertentu sebagai titik pusatnya (center core/center of interest)

Pelaksanaan Diklat Pembelajaran IPA di Alam Terbuka di PPLH .

Model Pembelajaran Pada Alam Terbuka Bagi Peserta Pelatihan, untuk mengenalkan pembelajaran di alam terbuka pada lembaga pelatihan  sebagai pelatihan alternatif yang efektif. Pembelajaran ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan peserta pelatihan secara maksimal, dilakukan tanpa rasa jenuh . Proses pembelajaran menyenangkan dan lebih efektif. Kegiatan pelatihan atau pembelajaran pada alam terbuka ini menggunakan metode Outward Bounderies (Outbound). Secara konseptual dan empiris model ini dikembangakan atas dasar (1) proses pembelajaran dan pelatihan selama ini masih banyak dilakukan di ruang kelas (tertutup), (2) Sebuah simulasi kehidupan yang kompleks yang dibuat menjadi sederhana. Pada dasarnya segala bentuk aktivitas di dalam pelatihan adalah bentuk sederhana dari kehidupan yang komplek, (3) Metode ini menggunakan pendekatan metode belajar melalui pengalaman (experiental learning). Oleh karena adanya pengalaman langsung terhadap sebuah fenomena, orang dengan mudah menangkap esensi pengalaman itu,  (4) Metode ini penuh dengan kegembiraan karena dilakukan dengan permainan. Ciri ini membuat orang merasa senang dalam melaksanakan kegiatan pelatihan. Lingkup isi model pembelajaran pada alam terbuka bagi peserta pelatihan, meliputi aspek (a) kurikulum, (b) bahan belajar, (c) panduan fasilitator dan (d) evaluasi.

Metodologi Pendidikan : Pendidikan Umum dan Pendidikan Lingkungan PPLH memiliki khasanah pengetahuan mengenai pendidikan umum dan lingkungan. Untuk itulah, dalam topik ini sangat cocok bagi para orang tua, pemerhati pendidikan anak dan khususnya pendidikatan pengajar di pendidikan formal ataupun non-formal. Sebab, dalam topik ini akan dibahas tentang bagaimana model dan metode pendidikan yang dapat menjembatani seorang pendidik dan pengajar bisa berperan sebagai fasilitator dan motivator. Sehingga bisa lebih merangsang peserta didik untuk lebih krestif, inovatif dan alternatif. Selain itu, bagaimana membuat suatu pelajaran atau materi di sekolah agar lebih menarik dalam penyampaiannya kepada anak didik tersaji dalam pembahasan topik ini.

Pendidikan Lingkungan dalam rangka Pengelolaan Lingkungan Sekolah yang berwawasan Lingkungan

Pelaksanaan program Pendidikan Lingkungan di Sekolah biasanya terhambat karena tiadanya atau kurang ada dukungan dari berbagai pihak, terutama Kepala Sekolah sebagai pemegang kebijakan dan rekan guru yang lain. Hal ini menyebabkan motivasi beberapa orang guru untuk menerapkan dan memperjuangkan model pendidikan yang lebih baik di sekolah menjadi menurun. Disisi lain, kurikulum pendidikan lingkungan dari pusat terkadang tidak sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah yang berbeda, sehingga harus ada model atau metode alternatif sehingga bisa dilaksanakan di lingkungan sekolah.

Dalam program ini selain untuk mempertemukan komponen sekolah yang utama (Guru, Kepala Sekolah, Administrasi dll) dan menentukan bersama apa yang terbaik bagi sekolah, juga bagaimana program Pendidikan Lingkungan tersebut dapat direncanakan dan dilaksanakan secara bersama dan saling mendukung satu sama lain.

Pelatihan Metode Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah Lingkungan Hidup

Penelitian dan penulisan karya ilmiah biasanya mengacu pada suatu topik ataupun masalah yang berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan yang di dapatkan melalui sekolah ataupun perguruan tinggi. Dan anggapan umum, bahwa penelitian dan penulisan ilmiah sangatlah rumit yang harus mengikuti aturan dan kaidah yang sudah ditentukan ditambah pula biasanya mengacu pada aktivitas di laboratorium. Padahal alam dan lingkungan sebenarnya merupakan laboratorium yang tiada batasnya untuk dipelajari. Dalam topik ini akan dipelajari bersama bagaimana melakukan penelitian ilmiah secara sederhana tentang berbagai hal yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Termasuk bagaimana menuliskan hasil penelitian tersebut sehingga akan menjadi karya tulis ilmiah yang bisa dibaca oleh banyak orang. Program ini cocok untuk siswa SLTP – SMU terutama yang tergabung dalam Kelompok Ilmiah Remaja.

 

DAFTAR PUSTAKA

Depag, 2000.  Al – Qur’ an  dan Terjemahannya. Yayasan Penterjemah Al-

           Qur’an. Semarang

Depdiknas. 2004. Pedoman Merancang Sumber Belajar. Jakarta

Depdiknas. 2006. Kurikulum  KTSP  Sekolah Menengah Pertama.  Jakarta

Depdiknas. 2006. Panduan Pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu SMP/MTs.    Jakarta

Erni SD, Triono Adil, Arie Eka, Edi R. 2005. Model Pembelajaran di Alam   Terbuka, Jakarta

Forgaty, R. 1991.   How to Integrate The Curricula,  Illinis: IRI/Sky Publishing Inc.*

http:\\www.PPLH.or.id .2007. PPLH Sumatera Selatan. Diakses 23 Mei 2008

Rustaman, N.Y, Dirdjosaemrto S.,  Yudiano, S,A., Ahmad., Subekti R,

Rochimtaniawati, D., dan Kusumawati,M.n. 2003. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Common Textbook (Edisi Revisi). Bandung : FPMIPA

Unesco. 1973 – 1977. New trend in Integrated Science Teaching Vol. I – II – III –   IV. Paris: UNESCO

www.google.com.id. Manfaat Pembelajaran IPA Terpadu. Diakses: 4 – 5 – 2008

www. Google.com.id. Pembelajaran IPA Terpadu Diakses: 15 Mei 2008

www.google.com. Id. Pembelajaran di Alam Terbuka.  Diakses: 24 Mei 2008

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply