Pendekatan Scientific dalam Diklat Teknis | Website BDK Palembang

Pendekatan Scientific dalam Diklat Teknis

Pendekatan Scientific  dalam Diklat Teknis

KEYWORDS : Pendekatan Scientific ,Pengajaran ,diklat teknis

Abstract :

Suberia ( Widyaiswara Madya ) Balai Diklat Keagamaan Palembang, Teaching at  Diklat Teknis  of Balai Diklat is one of duty of  widyaiswara  but in implimentating it , some widyaiswara carry them out by using miscellenious approachs and methods.accordance with the development of curriculum and modern technology,so widyaiswara should use the suitable one namely scientific approach which should  have been altered in some specific part of them. Hoping this article will be useful for all

Latar Belakang

Dalam bahasan artikel ini yang berorientasi ditemukannya mode pembelajaran yang bersipat inovasi pembelajaran yang terjadi di Balai Diklat Keagamaan Palembang khususnya pada diklat teknis pendidikan, berdasarkan data temuan yang ada dan terjadi dilapangan ketika terjadi pelaksanaan diklat teknis pendidikan yang dikonfirmasikan dengan teory pembelajaran yang terdapat dalam pendekatan pembelajaran paedagogi  serta hal prinsip yang ada didalamnya termasuk bagaimana cara implimentasinya dilapangan dan pendekatan  andragogy dengan segala serba serbi serta komponen tertentu yang harus diperhatikan, supaya pembelajaran bagi orang dewasa dapat mencapai sasaran sebagaimana mestinya,maka perlu untuk mempertimbangkan kedua unsur pendekatan pembelajaran tersebut serta mencermati beberapa persamaan dan perbedaan masing masing,dari temuan silang kedua persamaan dan perbedaan tersebut dikaitkan dengan kondisi nyata pada pelaksanaan diklat,khususnya diklat teknis pendidikan.

Disamping itu bila kedua hasil temuan silang persamaan dan perbedaan antara paedagogi dan andragogy dikaitkan secara komprehensif dengan pola pendekatan keilmuan ( scientific ) yang ada dalam pembelajaran yang terdapat dalam kurikulum 2013.yang memuat beberapa langkah seperti mengamati,menanya.mengekplorasi .mengasosiasi dan komunikasi. Dilihat ada beberapa hal prinsip pembelajaran yang sama antara kedua pendekatan itu ( paeedagogi dan andragogy )

Pembahasan

Maka dalam bahasan ini penulis mempunyai konsep pemikiran sebagai hasil sintesis dari ketiga unsur paedagogi andragogy dan scientific approach yaitu seorang widyaiswara sangat cocok menerapkan pembelajaran diklat teknis dengan menggunakan pendekatan scientific yang memberikan penekanan khusus pada poin tertentu,sehingga perpaduan yang sinergi antara paedagogi dan andragogy .penggabungan ketiga pendekatan itu akan menghasilkan diklat yang efektif dan efisien. Namun unsur mana saja yang harus dikombinasikan dan disinergikan maka perlu memperhatikan dan memberikan penekanan tertentu.

Untuk penjelasan  yang terkait dengan pendekatan scientif yang sesuai dengan pendekatan aandragogi maka perlu memperhatikan uraian berikut ;

Langkah pendekatan keilmuan ( scientif )  yang sesuai dengan diklat teknis adalah sebagai berikut :

  1. Observing.

Karena kegiatan  mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran maka metode ini memiliki kelebihan ,maka  peroses mengamati yang terjadi pada diklat harus berupa gejala atau fenomena tertentu yang terkait dengan tugas dan tanggung jawab peserta diklat ditempat mereka bekerja baik dalam bentuk gambar,film dokumentasi atau berupa kasus tertentu yang relevan dengan jenis diklat yang sedang berlangsung.  Sehingga  peserta diklat  senang dan tertantang, dan berguna bagi mereka sebagai solusi jawaban dari persoalan yang mereka hadapi ditempat kerja mereka. . Tentu saja kegiatan mengamati dalam rangka pembelajaran  biasanya memerlukan waktu persiapan yang lama dan matang, supaya bias berlangsung dengan sempurna sesuai dengan  tujuan pembelajaran diklat.

2.Questioning

 Widyaiswara yang professional mampu menginspirasi peserta diklat  untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Pada saat Widyaiswara  bertanya, pada saat itu pula dia mengarahkan  atau memandu peserta diklat  belajar dengan baik. Ketika widyaiswara menjawab pertanyaan peserta diklat, ketika itu pula dia mendorong peserta diklat  menjadi penengar  dan pembelajar yang baik.

                Dengan bertanya dapat membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian  dan pemahaman lebih rinci terhadap suatu topok bahasan mendalam tentang topic tertentu,selain itu mendorong dan menginspirasi peserta diklat  untuk aktif ,dengan bertanya itu peserta diklat dapat mendiagnosis kesulitan yang dia miliki untuk dicarikan solusinya.

Selain dari  itu maka  partisipasi peserta diklat  dalam berdiskusi, berargumen, mengembangkan kemampuan berpikir,mencari pemecahan masalah tertentu   dan menarik  simpulan.sehingga membangun sikap keterbukaan untuk saling memberi dan menerima pendapat atau gagasan, memperkaya pengetahuan dan pengalaman untuk diterapkan pada dunia kerja mereka masing masing

3.exploring

Demi mencapai  hasil belajar yang nyata atau otentik, peserta didik harus mencoba atau melakukan penelusuran terhadap suatu data tertentu  terutama untuk materi atau substansi yang sesuai.penelusuran yang dimaksud dapat dilakukan melalui buku buku yang ada di perpustakaan.atau melalui browsing internet.

Penerapan  metode exploring /eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

4.Menalar

Aktivitas menalar dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dikehendaki dalam diklat teknis pendidikan di Balai Diklat Keagamaan Palembang yaitu untuk menggambarkan bahwa widyaiswara dan peserta diklat  merupakan pelaku aktif. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta diklat. Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan atau pemecahan masalah yang peserta diklat harapkan baik berupa pengetahuan  pengetahuan  ataupun keterampilan. Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah, meski penakaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat.

 5.Komunikasi

Mengkomunikasikan hasil pembelajaran dengan cara yang tepat sangat penting dilakukan,sebab biar bagaimanapun bagusnya hasil belajar atau kerja jika tanpa dikomunikasikan pada orang lain,tentu orang tidak akan tahu .Komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara,mulai dari yang konversional seperti presentasi  didepan kelas ataupun dengan secara online dengan memanfaatkan internet.

Pemanfaatan internet sangat dianjurkan dalam pembelajaran atau kelas kolaboratif.  Karena memang, internet merupakan salah satu jejaring pembelajaran dengan akses dan ketersediaan informasi yang luas dan mudah.  Saat ini internet telah tersedia diberbagai balai diklat keagamaan di seluruh Indonesia termasuk Balai Diklat Keagamaan Palembang.

 Kesimpulan

Penggunaan pendekatan scientific dengan penyesuaian dengan karakteristik pembelajaran orang dewasa ( andragogy ) sangat cocok untuk diterapkan pada Proses pembelajaran diklat terutama pada diklat teknis pendidikan dibalai diklat keagamaan Palembang

Penerapan pendekatan scientific yang dimodifikasi dapat mengantarkan peserta diklat lebih aktif dan efektif.

Rekomendasi

Setiap widyaiswara teknis pendidikan hendaknya melakukan proses pembelajaran diklat dengan pendekatan scientific yang telah dimodifikasi

DAFTAR  PUSTAKA

Dick, Walter and Robert A.Reiser. 1990. Planning Effective Instruction. Boston: Allyn and Bacon

http://makalahs1.blogspot.com/2012/12/pendidikan-pedagogik.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Pedagogi

http://ms.wikipedia.org/wiki/Pedagogi

http://id.wikipedia.org/wiki/Sokrates

http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan Atwi Suparman. 1996. Desain Instruksional. Jakarta:PAU-PPAI Universitas Terbuka

Knowles. 1977. The modern practice of Adult Education

Sadulloh, Uyoh, dkk. 2011. Pedagogik. Bandung. Alfabeta.

Sudjana. 2005. Strategi Pembelajaran. Bandung: Falah Production

Tom Nesbit, Linda Leach & Griff Foley .2004. Adult Education.

Usman, Moh. Uzer. 1994. Menjadi Guru Professional. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply