PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS SISWA MELALUI PENDEKATAN BERBASIS GENRE | Website BDK Palembang

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS SISWA MELALUI PENDEKATAN BERBASIS GENRE

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS SISWA MELALUI PENDEKATAN BERBASIS GENRE

Oleh:

Sri Sunarti, M.Pd

sribdk@gmail.com

PENDAHULUAN

Menulis merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh setiap siswa dalam pembelajaran yang diajarkan sejak pendidikan dasar. Menurut Napitupulu (2010), menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang bersifat aktif-produktif. Ini berarti menulis adalah kegiatan untuk menciptakan atau memproduksi sesuatu yang berasal dari pemikiran, perasaan atau konteks baik dalam bentuk teks, grafik, atau tabel. Pembelajaran menulis di kelas harus dilaksanakan secara kreatif, aktif, inovatif dan menyenangkan. Menulis dapat mengembangkan kemampuan intelektual anak dengan baik. Namun, keterampilan menulis tidak dapat di peroleh dengan cepat dan mudah karena harus di ajarkan dan di latih dengan benar.

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa keterampilan menulis dengan pendekatan genre sangat efektif digunakan dalam pembelajaran (Kusumaningtyas, 2014). Pendekatan genre lebih efektif bagi pelajar untuk memajukan keterampilan menulis mereka dibandingkan dengan pendekatan proses karena pendekatan ini membantu siswa untuk bebas dari kekhawatirannya dalam proses penulisan. Menurut  penelitian Madaimana (2014) pembelajaran menulis pantun, keaktifan siswa masih di dominasi oleh beberapa siswa dan antusiasme siswa masih kurang sehingga skor rata-rata hasil menulis pantun masih belum memenuhi KKM. Ini berarti menulis siswa harus lebih di latih dan di bimbing dengan benar karena menuntut mengolah daya pikir. Selain itu, menulis juga membutuhkan imajinasi dan kreatifitas sehingga mempunyai arti yang jelas dan memberikan kesan bagi pembacanya.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan menulis adalah pendekatan berbasis genre atau genre based approach. Pardiyono (2007) menyatakan bahwa pendekatan genre menekankan pada siswa untuk mengenal jenis teks apakah yang akan mereka buat. Pendekatan ini memudahkan siswa untuk menyusun sebuah teks dengan berbagai tema atau topik. Artikel ini membahas bagaimana meningkatkan kemampuan menulis siswa dengan menerapkan pendekatan berbasis genre.

PEMBAHASAN

Konsep Menulis

Menulis merupakan suatu aktivitas komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai medianya. menulis juga adalah suatu proses penyampaian gagasan, pesa, sikap dan pendapat kepada pembaca dengan simbol-simbol atau lambang bahasa yang dapat di lihat dan di sepakati bersama oleh penulis dan pembaca. Menurut Nurdin (2010), menulis adalah segenap rangkaian kegiatan seeorang dalam rangka mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada orang lain agar mudah di pahami. Menulis bukan hanya menggambar huruf atau menyalin, namun sebagai aspek keterampilan berbahasa dan mengemukakan keterampilan, gagasan dalam bentuk tulisan (Suhendar, 1993).

Ada beberapa tahap yang harus di lakukan dalam menulis (Sabarti, 1999), yaitu tahap pra penulisan, penulisan dan revisi. Pada tahap pra penulisan, penulis dapat menentukan hal-hal pokok yang akan mengarahkan penulis dalam seluruh kegiatan penulisan. Tahap penulisan, penulis menggabungkan hal-hal pkok dari tahap pra penulisan untuk di susun menjadi sebuah tulisan. Tahap revisi, penulis meminta orang lain untuk menilai hasil karya tulisannya untuk di perbaiki.

Menurut Graves (dalam Akhadiah dkk, 1998), ada empat manfaat menulis, yaitu: (1) menulis menyumbang kecerdasan, (2) menulis mengembangkan daya inisiatif dan kreativitas, (3) menulis menumbhkan keberanian, dan (4) menulis mendorong kemampuan dan kemampuan mengumpulkan informasi.

Pendekatan Berbasis Genre

Genre adalah satuan peristiwa yang diorentasikan atau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu dalam proses sosial (Martin, 1987). Menurut Peter Knapp (2005), genre sudah ada sejak lama dalam mengambil dasar dari berbagai perspektif, termasuk sastra, budaya populer, linguistik dan pedagogi. Genre terdiri dari dua konteks yaitu konteks budaya (nilai dan norma kultural) dan konteks situasi (pesan, pelaku, dan format bahasa) (Mahsun, 2013).

Pendekatan berbasis genre dapat membimbing siswa untuk lebih mengenal jenis teks dan tujuan teks yang akan dibuat. Selain itu, pendekatan berbasis genre melibatkan siswa aktif selama proses pembelajaran menulis. Menurut Pardiyono (2007), genre dimaksudkan sebagai teks yang mempunyai rujukan sehingga bisa menjadi suatu teks dapat dibuat dengan efektif. Dalam membuat teks tertulis, harus diperhatikan tujuan, informasi yang akan disampaikan, pesan atau informasi.

Pendekatan berbasis genre didasarkan pada teori fungsional sistemik bahasa yang di kembangkan oleh Halliday dan diuraikan oleh Martin, Christie dan Macken-Horarik (Firkins dkk, 2007). Pendekatan ini di dasark.an pada siklus belajar mengajar di mana strategi seperti pemodelan teks dan konstruksi di perkenalkan secara bersama. Pendekatan ini di dasarkan pada belajar melalui bimbingan dan interaksi

Menurut Luu (2011) ada beberapa karakteristik pendekatan berbasis genre yaitu :

  1. Menekankan pentingnya konteks sosial dan budaya
  2. Kuantitas pembaca dan konvensi linguistik
  3. Menegaskan bahwa menulis adalah kegiatan sosial
  4. Menggunakan pola bahasa agar koheren atau saling berhubungan
  5. Menekankan peran penting dari interaksi antara penulis dan pembaca melalui tulisan
  6. Bersifat otoritatif (guru memberikan bimbingan dan dukungan sistemik melalui berbagai kegiatan
  7. Menekankan pengajaran eksplisit konvensi linguistik dari genre

Peningkatan Kemampuan Menulis Siswa dengan Pendekatan Berbasis Genre

Pendekatan berbasis genre merupakan cara menggabungkan pemahaman genre bersama antara genre unsur bahasa, kontek dengan genre mengajar di kelas. Pendekatan berbasis genre memiliki tiga tahapan dalam pembelajaran, yaitu sebagai berikut:

  • Modeling A Text

Siswa membaca dan mencermati contoh teks yang diberikan oleh guru. Pada tahap ini, guru membimbing siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan lisan berkaitan dengan isi contoh teks yang diberikan.

  • Joint A Construction of Text

Pada tahap ini, siswa di bimbing guru berdiskusi untuk mengidentifikasi jenis, unsur, struktur, penulisan dan tata bahasa yang di gunakan dalam bentuk teks. Siswa diminta untuk bersikap lebih proaktif dalam kegiatan menganalisis bentuk forma teks yang telah dibaca untuk menyimpulkan tujuan, teks, sarana retorika dan grammatika penulisan berdasarkan contoh teks.

  • Independent Construction of Text

Siswa yang telah dibekali pengetahuan mengenai teks yang mendalam akan mendapat gambaran bagaimana teks yang baik dan benar. Pada tahap ini, siswa dibantu untuk mencari ide apa yang akan di ceritakan dalam bentuk teks berdasarkan tema yang telah di dapat berdasarkan unsur-unsur pembentuk teks. Guru dapat membimbing siswa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan pada setiap unsurnya, seperti siapa, dimana, kapan, apa dan bagaimana. Pada tahap ini, siswa di beri waktu untuk menuliskan sebuah teks yang sesuai dengan tema yang di contohkan. Setelah selesai, siswa dapat mengumpulkan hasil tulisannya kepada guru.

Dengan tiga tahapan ini, guru dapat membantu dan membimbing siswa dalam proses penulisan teks. Siswa akan terbantu dalam pengembangan ide dan menuliskan apa yang menjadi ide baik  dalam tulisan. Disini, peran guru sebagai pembimbing, pemberi arahan dan pendamping dalam proses penulisan pun dapat tercapai.

SIMPULAN

Pendekatan berbasis genre digunakan sebagai cara untuk membantu siswa dalam menulis dengan baik, tepat dan sesuai dengan realita yang ada/nyata. Pendekatan berbasis genre dapat memberikan ilmu keterampilan menulis secara baik. Dengan menggunakan pendekatan berbasis genre, siswa tidak hanya belajar menulis untuk menghasilkan tulisan tetapi melatih siswa menuangkan ide, gagasan, pendapat dan pemikiran secara tertulis sehingga pesan tersebut tersampaikan.

 DAFTAR PUSTAKA

Akhdaiah, S., dkk. 1996. Menulis. Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III Tahun 1996/1997.

Firkins, A., dkk. 2007. A Genre-Based Literacy Pedagogy: Teaching Writing to Low Proficiency EFL Students. English Language Teaching Journal, fourthcoming, Ovt. 2007.

Knapp, P., & Megan W. 2005. Genre, Text, Grammar: Technology for Teaching and Assessing Writing. Sydney, Australia: UNSW Press.

Luu, T, T. 2011. Teaching Writing through Genre-Based Approach. BELT Journal Porto Alegre. 1, 2

Mahsun. 2013. Pembelajaran Teks dalam Kurikulum 2013.

Napitupulu, S. 2010. Pemahaman Genre dalam Keterampilan Menulis Mahasiswa Bahasa Inggris FKIP Universitas HKBP Nommensen Medan. Jurnal VISI, 18 (3).

Nurdin. 2010. Dasar-Dasar Penulisan. Malan: UMM Press.

Nurgiyantoro, B. 2012. Penilaian Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta: BPFEE Yogyakarta.

Pardiyono. 2007. Pasti Bisa! Teaching Genre-Based Writing. Yogyakarta: Andi Offset.

Suhendar. 1993. Efektivitas Metode Pengajaran Bahasa Indonesia. Bandung: Pionir Jaya.

Sukardi, H.M. 2009. Evaluasi Pendidikan : Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply