PERAN DAN FUNGSI KEPEMIMPINAN DALAM KELANGSUNGAN ORGANISASI | Website BDK Palembang

PERAN DAN FUNGSI KEPEMIMPINAN DALAM KELANGSUNGAN ORGANISASI

 PERAN DAN FUNGSI  KEPEMIMPINAN DALAM KELANGSUNGAN ORGANISASI

Oleh : H. Gusman, S.Ag  M.Pd

WIDYAISWARA AHLI MADYA BDK PALEMBANG

 

ABSTRAK

Dalam menghadapi sebuah tantangan yang mengglobal pada tubuh tiap-tiap elemen, khususnya yang terjadi pada kelangsungan organisasi dalam rangka meningkatkan kualitas peran dan fungsi kepemimpinan, dimana semua bagian yang terintegrasi dalam organisasi tersebut dapat menjunjung tinggi asas kebermanfaatan dengan melaksanakan empat fungsi umum dari manajemen, yakni merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi setiap kinerja yang akan menjadi penunjang keberhasilan dan kemajuan suatu organisasi. Namun, pada hakikatnya keberhasilan dan kemajuan tersebut tetap memandang keaktifan seorang pemimpinnya, sejauh mana ia dapat memaksimalkan perannya, menempatkan hak dan kewajiban dirinya dan anggotanya, memberikan penghargaan dan dorongan, serta mampu menjadi tolak ukur atau cermin bagi kelangsungan organisasi.

                Berdasarkan kepentingannya, tidaklah mudah untuk mengubah paradigma yang telah melekat pada pribadi masing masing individu tersebut. Akan tetapi, sebuah gebrakan yang ideal dapat membantu memperjelas asumsi asumsi yang mampu mengubah nilai-nilai yang dianggap kurang baik menjadi sebuah paradigma baru yang dapat meningkatkan semangat juang dan etos kerja.

Kata Kunci : Manajemen Kepemimpinan, Kelangsungan Organisasi

A. Pendahuluan

Manajemen tak ubahnya sebagai suatu ilmu dan seni yang sudah sejak lama hidup dan berkembang dalam masyarakat. Masyarakat sebagai ken object atau lazimnya disebut sebagai objek kajian dalam manajemen tak lepas dari aktivitas organisasi yang secara naluri merupakan suatu tuntutan mulia sebagai makhluk sosial.

Dalam perkembangannya, suatu manajemen yang umurnya sudah setua peradaban manusia memiliki jenis, peran, dan fungsi masing-masing, satu diantaranya ialah manajemen kepemimpinan yang erat kaitannya dengan manusia dalam kehidupan berorganisasi, dalam rangka membentuk generasi yang memeiliki semangat juang dan etos kerja yang berkompeten dan berkembang.

Setiap pribadi adalah pemimpin, baik untuk dirinya ataupun orang lain. Peran pemimpin itu seniri sangatlah penting karena suatu organisasi itu dikatakan maju dilihat dari kualitas pemimpinnya, seperti apa dan bagaimana seorang pemimpn itu merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi kinerja para anggotanya. Namun, pada kenyataannya tidaklah banyak pemimpin yang seperti itu pada saat ini. Mengingat kurangnya rasa peduli dan menumbuhnya rasa malu tampil di muka umum meneyebabkan menipisnya variasi dalam setiap kualitas pemimpin. Akibatnya, generasi saat ini cenderung pasif dan individualistis, cukup jarang ditemukan bibit yang unggul. Sehingga dapat dikatakan bahwa kelangsungan organisasi tersebut membutuhkan seorang pemimpin yang dapat menjalankan peran dan fungsi dari kegiatan manajerialnya dengan baik.

Berdasarkan latar belakang masalah, dapat dirumuskan beberapa masalah yang akan dibahas, yaitu sebagai berikut.

  1. Apa saja peran dan fungsi kepemimpinan pada kelangsungan organisasi?
  2. Bagaimana pengaruh seorang pemimpin dalam suatu organisasi?

B. Landasan Teori

Pada hakikatnya, kepemimpinan itu ialah sebagai bagian dari proses manajemen untuk membentuk tujuan-tujuan organisasi, memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan tersebut demi kemakmuran dan kesejahteraan para anggota yang berada di bawahnya dalam suatu ruang lingkup organisasi yang dipimpinnya. Oleh sebab itu, pengaruh dari seorang pemimpin itu sangatlah bergantung pada perspektif anggota-anggotanya, karena pada dasarnya seorang pemimpin itu ialah sebuah ikon ataupun contoh bagi bawahannya. Mulai dari kebijakan yang ia ambil merupakan titik tolak yang dapat mengukur seberapa jauh pengetahuan dan wawasan yang ia miliki.

Seperti yang kita ketahui, seorang pemimpin dalam organisasi itu memiliki wewenang yang dominan dari anggotanya, keberhasilan sebuah organisasi ada pada upaya seorang pemimpin itu sendiri bagaimana ia merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi kinerja sekelompok orang tersebut dengan bantuan berbagai sumber daya demi mencapai tujuan secara efektif, efisien, dan inovatif. Di dalam buku Manajemen karya Stephen P. Robbins disebutkan beberapa tujuan pengorganisasian, sebagai berikut.

a. Membagi pekerjaan ke dalam tugas-tugas dan departemen yang spesifik.

b. Menugaskan pekerjaan dan tanggung jawab yang terkait dengan pekerjaan individu.

c   Mengoordinasikan beragam tugas organisasi.

d. Menghimpun berbagai pekerjaan ke dalam unit-unit.

e. Menjalin hubungan di antara individu, kelompok, dan departemen.

f. Membuat hierarki wewenang yang formal.

g. Mengalokasikan dan menempatkan sumber sumber daya organisasi.

1. Konsep Manajemen Kepemimpinan

Pada hakikatnya, kepemimpinan itu ialah sebagai bagian dari proses manajemen untuk membentuk tujuan-tujuan organisasi, memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan tersebut demi kemakmuran dan kesejahteraan para anggota yang berada di bawahnya dalam suatu ruang lingkup organisasi yang dipimpinnya.

Menurut sejarah, masa “kepemimpinan” muncul pada abad 18. Ada beberapa pengertian kepemimpinan, antara lain.

a. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler dan Nassarik, 1961:24).

b. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel dan Coons, 1957:7).

c. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch dan Behling, 1984:46)

d. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan)  pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs dan Jacques, 1990:281).

Dari pengertian tersebut, cukup jelas bahwa organisasi membutuhkan manajemen sekaligus kepemimpinan agar lebih efektif dan efisien.

Kepemimpinan diperlukan untuk menciptakan perubahan sedangkan manajemen diperlukan untuk menciptakan keteraturan, dimana kita dapat terbantu untuk lebih cekatan dalam menerima setiap problematika yang ada dan kita temui.

Manajemen bersama kepemimpinan dapat menciptakan perubahan yang tertib, dan kepemimpinan bersama manajemen menjaga organisasi agar tetap selaras dengan lingkungannya.

  1. Fungsi Manajemen Kepemimpinan

Dalam hal ini, yang bertindak sebagai pemegang peranan dan fungsi manajemen ialah seorang manajer atau pemimpin.

Henry Fayol, seorang pengusaha Prancis, mengatakan bahwa setiap manajer menjalankan empat buah fungsi, yakni sebagai berikut.

a. Perencanaan, mendefinisikan sasaran-sasaran, menetapkan strategi, dan    mengembangkan rencana kerja untuk mengelola aktivitas-aktivitas.

b. Penataan, menentukan apa yang harus diselesaikan, bagaimana caranya, dan siapa yang  akan mengerjakannya.

c. Kepemimpinan, memotivasi, memimpin, dan tindakan-tindakan lainnya yang melibatkan interaksi dengan orang-orang lain.

d. Pengendalian, menegawasi aktivitas-aktivitas demi memastikan segala sesuatunya terselesaikan sesuai rencana.

3. Karakteristik Seorang Pemimpin

Disamping itu, terdapat pula pendekatan sistematis yang menganalisis tentang karakteristik seorang pemimpin, dilihat dari aspek pribadi, psikologis, dan fisik. Para peneliti berpikir bahwa karakteristik yang membedakan pemimpin dengan nonpemimpin ialah dilihat dari intelegensinya, ketegasan, tinggi di atas rata rata, kosakata yang baik, daya tarik, keyakinan diri, dan atribut atribut yang serupa.

Selanjutnya, para peniliti kemudian mulai menliti variabel-variabel lain, khususnya perilaku atau tindakan-tindakan dari pemimpin, yakni sebagai berikut.

a. Perilaku yang berpusat pada pekerjaan

Rensis Likert ( Ricky W. Griffin , 2004:73) mengemukakan bahwa perilaku yang berpusat pada pekerjaan ialah perilaku pemimpin yang memberi perhatian besar pada pekerjaan bawahan dan prosedur-prosedur yang terkait dengan pekerjaan yang bersangkutan.

b. Perilaku yang berpusat pada karyawan

Rensis Likert ( Ricky W. Griffin , 2004:73) mengemukakan bahwa perilaku yang berpusat pada karyawan ialah perilaku yang lebih tertarik pada membangun grup kerja yang padu dan memastikan bahwa karyawan puas pada pekerjaan mereka.

Pembahasan mengenai seluk beluk manajemen diatas kurang cukup apabila tanpa membicarakan berbagai imbalan dan tantangan dalam menjadi seorang manajer. Karena para manajer seringkali harus berhadapan dengan beraneka ragam karakter orang dan juga dituntut untuk menyelesaikan tugas dengan sumber daya yang terbatas. Lebih dari itu, memotivasi para pekerja di tengah situasi yang kacau dan penuh ketidakpastian adalah tugas yang amat menantang.

Berikut penjabaran yang lebih rinci mengenai imbalan dan tantangan seorang manajer menurut Stephen P. Robbins dalam bukunya manajemen, yakni sebagai berikut.

  1. Imbalan
  2. Dapat menciptakan lingkungan kerja dimana para anggota organisasi dapat memberikan kemampuan terbaik mereka dalam bekerja.
  3. Memiliki kesempatan untuk berpikir kreatif dan berimajinasi.
  4. Membantu orang lian menemukan makna dan pencapaian di dalam kerja.
  5. Mendukung, mendidik, dan membina orang lain.
  6. Bekerja dengan bermacam-macam orang.
  7. Mendapatkan pengakuan dan status di dalam organisasi maupun di dalam masyarakat.
  8. Memegang peranan dalam mempengaruhi pencapaian organisasi.
  9. Mendapatkan kompensasi yang layak dalam bentuk gaji, bonus, dan opsi saham.
  10. Seorang manajer yang baik selalu dibutuhkan oleh organisasi manapun.
  11. Tantangan
  12. Harus bekerja keras.
  13. Boleh jadi harus lebih banyak mengemban tugas yang bersifat klerikal (administratif) ketimbang manajerial.
  14. Harus berurusan dengan beraneka ragam karakter orang.
  15. Seringkali dituntut menyelesaikan tugas dengan sumber daya yang terbatas.
  16. Memotivasi para pekerja dalam situasi yang kacau dan penuh ketidakpastian.
  17. Memadukan pengetahuan, keahlian, ambisi, dan pengalaman dari beragam kelompok orang.
  18. Keberhasilannya bergantung pada kinerja orang lain.

 

Terlepas dari uraian diatas, keberhasilan suatu organisasi tetap berada pada upaya bersama   dari orang-orang yang bermotivasi tinggi dan penuh semangat, yang bekerja secara bahu-membahu agar sebuah organisasi mencapai sasarannya.

4. Peran-peran Pemimpin

a. The Vision Role

Sebuah visi adalah pernyataan yang secara relatif mendeskripsikan aspirasi atau arahan   untuk masa depan organisasi. Dengan kata lain sebuah pernyataan visi harus dapat menarik perhatian tetapi tidak menimbulkan salah pemikiran.

Agar visi sesuai dengan tujuan organisasi di masa mendatang, para pemimpin harus  menyusun dan manafsirkan tujuan-tujuan bagi individu dan unit-unit kerja.

b. Peran Pemimpin dalam Pengendalian dan Hubungan Organisasional

Tindakan manajemen para pemimpin organisasi dalam mengendalikan organisasi meliputi.

  1. mengelola harta milik atau aset organisasi.
  2. mengendalikan kualitas kepemimpinan dan kinerja organisasi;
  3. menumbuhkembangkan serta mengendalikan situasi maupun kondisi kondusif yang berkenaan dengan keberadaan hubungan dalam organisasi.

Dan peran pengendalian serta pemelihara / pengendali hubungan dalam organisasi merupakan pekerjaan kepemimpinan yang berat bagi pemimpin. Oleh sebab itu diperlukan pengetahuan, seni dan keahlian untuk melaksanakan kepemimpinan yang efektif.

Ruang lingkup peran pengendali organiasasi yang melekat pada pemimpin meliputi pengendalian pada perumusan pendefinisian masalah dan pemecahannya,pengendalian,pendelegasian wewenang,   pengendalian uraian kerja dan manajemen konflik.

Ruang lingkup peran hubungan yang melekat pada pemimpin meliputi peran pemimpin dalam pembentukan dan pembinaan tim-tim kerja; pengelolaan tata kepegawaian yang berguna untuk pencapaian tujuan organisasi; pembukaan, pembinaan dan pengendalian hubungan eksternal dan internal organisasi serta perwakilan bagi organisasinya.

c. Peran Membangkitkan Semangat

Salah satu peran yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin yaitu peran membangitkan semangat. Peran ini dapat dijalankan dengan  cara memberikan pujian dan dukungan. Pujian dapat diberikan melalui penghargaan dan insentif. Penghargaan merupakan bentuk pujian yang tidak berbentuk uang, sementara insentif adalah pujian yang berbentuk uang atau benda yang dapat dikuantifikasi. Pemberian insentif hendaknya didasarkan pada aturan yang telah disepakati bersama dan transparan. Insentif akan efektif dalam peningkatan semangat kerja jika diberikan secara tepat, artinya sesuai tingkat kebutuhan karyawan yang diberi insentif, dan disampaikan oleh pimpinan tertinggi dalam organisasi, serta diberikan dalam suatu “event” khusus.

Peran membangkitkan semangat kerja dalam bentuk memberikan dukungan, bisa dilakukan melalui kata-kata, baik langsung maupun tidak langsung, dalam kalimat-kalimat yang sugestif. Dukungan juga dapat diberikan dalam bentuk peningkatan atau penambahan sarana kerja, penambahan staf yag berkualitas, perbaikan lingkungan kerja, dan semacamnya.

d. Peran Menyampaikan Informasi

Informasi merupakan jantung kualitas perusahaan atau organisasi; artinya walaupun produk dan layanan purna jual perusahaan tersebut bagus, tetapi jika komunikasi internal dan eksternalnya tidak bagus, maka perusahaan itu tidak akan bertahan lama karena tidak akan dikenal masyarakat dan koordinasi kerja di dalamnya jelek. Penyampaian atau penyebaran informasi harus dirancang sedemikian rupa sehingga informasi benar-benar sampai kepada komunikan yang dituju dan memberikan manfaat yang diharapkan. Informasi yang disebarkan harus secara terus-menerus dimonitor agar diketahui dampak internal maupun eksternalnya.

  1. Konsep Organisasi

Secara umum, pengertian organisasi ialah suatu wadah dimana didalamnya terdapat seorang pemimpin dan beberapa anggota yang memiliki visi dan misi yang jelas guna mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien demi kemajuan organisasinya. Kemajuan organisasi itu sendiri bergantung pada aktivitas dan kualitas pemimpin yang dapat diandalkan.

  1. Model dan Desain Organisasi

Dalam buku yang sama, berdasarkan penjelasan dari tujuan tersebut muncul enam elemen yang tertuang sebagai proses pengambilan keputusan, yaitu : spesialisasi kerja, departementalisasi, rantai komando, rentang kendali, sentralisasi dan desentralisasi, dan formalisasi.

Selain itu, organisasi juga memilik model dan desain, yaitu.

  1. Organisasi mekanistik, merupakan struktur yang kaku dan terkontrol ketat yang dicirikan dengan spesialisasi yang tinggi, departementalisasi yang kaku, rentang pengendalian yang sempit, formalisasi yang tinggi, jaringan informasi yan terbatas (biasanya komunikasi atas-bawah), dan sedikitnya partisipasi dalam pengambilan keputusan oleh para pekerja level bawah.
  2. Organisasi organik, yaitu suatu struktur yang amat adaptif dan fleksibel.
  3. Esensi dari Pengendalian dalam Organisasi

Menurut Stephen P. Robbins dalam bukunya Manajemen, pengendalian menyediakan berbagai cara bagi organisasi untuk beradaptasi  dengan perubahan-perubahan lingkungan, untuk membatasi akumulasi kesalahan, untuk mengatasi kompleksitas organisasi, dan untuk meminimisasi biaya. Keempat fungsi pengendalian tersebut penting untuk dibahas secara lebih mendetail.

a. Beradaptasi dengan Perubahan Lingkungan

Dalam lingkungan bisnis yang kompleks dan bergejolak dewasa ini, semua organisasi harus berhadapan dengan perubahan.

Bergantung pada diri masing masing pemimpinnya dalam memecahkan suatu permasalahan dalam suatu perubahan, harus pintar menempatkan diri agar mampu diterima di segala aspek.

b. Membatasi Akumulasi Kesalahan

Kesalahan-kesalahan dan kecerobohan-kecerobohan kecil biasanya tidak menimbulkan kerusakan serius terhadap kesehatan keuanganan sebuah organisasi. Namun, dari waktu ke waktu, kesalahan kecil bisa terakumulasi dan menjadi sangat serius. Untuk itu, segala bentuk kesalahan baiknya diakomodir dengan baik dan segera mengambil peneyelesaiannya.

c. Mengatasi Kompleksitas Organisasi

Memerlukan system yang canggih untuk menegakkan penegndalian yang memadai dalam sebuah organisasi, mislanya produksi di perusahaan.

d. Meminimalisasi Biaya

Jika dipraktekan secara efektif, pengendalian dapat membantu mengurangi biaya dan meningkatkan output.

  1. Pengaruh Seorang Pemimpin dalam Suatu Organisasi

Drath (2001) memberikan satu kritik yang menarik mengenai teori leadership, dominansi diri (teori trait dan kepemimpinan yang karismatik) dan pengaruh interpersonal (kepemimpinan transformatif, kepemimpinan transaksional dan teori kontingensi).

Pengaruh dari seorang pemimpin itu sangatlah bergantung pada perspektif anggota-anggotanya, karena pada dasarnya seorang pemimpin itu ialah sebuah ikon ataupun contoh bagi bawahannya. Mulai dari kebijakan yang ia ambil merupakan titik tolak yang dapat mengukur seberapa jauh pengetahuan dan wawasan yang ia miliki.

Seorang pemimpin itu memiliki wewenang yang dominan dari anggotanya, keberhasilan sebuah organisasi ada pada upaya seorang pemimpin itu sendiri bagaimana ia merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi kinerja sekelompok orang tersebut dengan bantuan berbagai sumber daya demi mencapai tujuan secara efektif, efisien, dan inovatif.

Teori konsep diri sendiri menekankan internalisasi nilai, identifikasi sosial dan pengaruh pimpinan terhadap kemampuan diri dengan hanya memberi peran yang sedikit terhadap identifikasi pribadi. Pada sisi lain, penjelasan psikoanalitis tentang karisma memberikan kejelasan kepada kita bahwa pengaruh dari pemimpin berasal dari identifikasi pribadi dengan pemimpin tersebut.

c. Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan sebelumnya, cukup jelas bahwa manajemen merupakan bagian integral dari kepemimpinan, dimana keduanya memiliki hubungan yang saling bertaut dari segi substansi dan praktiknya, karena ketika kita membicarakan tentang kepepimpinan pasti tak akan lepas dengan kegiatan manajerialnya. Dalam hubungan organisasi berikut kelangsungannya, manajemen juga merupakan istilah yang identik dengan kepemimpinan, sebab pada hakikatnya peranan yang diemban oleh seorang pemimpin itu tak jauh dari manajemen yang sangat membantu kelangsungan  dan kelancaran demi kemajuan serta kesejahteraan anggotanya dalam suatu organisasi tersebut sesuai asas dan fungsi dari manajemen itu sendiri, yakni mampu merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi kinerja para anggota-anggota dengan berbagai bantuan sumber-sumber daya yang tersedia secara efektif, efisien, dan inovatif. Kendati demikian, keberhasilan sebuah organisasi itu juga tetap melekat pada kualitas para anggotanya yang memiliki kepentingan untuk berkontribusi secara proporsional, memiliki motivasi untuk mengembangkan dan mewujudkan visi misi organisasi itu sendiri  dalam mencapai tujuan bersama.

Daftar Pustaka

Griffin, Ricky  W.2004. Manajemen.  Jakarta : Erlangga.

Robbins, Stephen P dan Mary Coulter.      2010.Manajemen Jilid 1.Jakarta :   Erlangga

Robbins, Stephen P dan Mary        Coulter.2010.Manajemen Jilid 2.

Jakarta : Erlangga

Thohiron, Dion.2012.Definisi      Kepemimpinan[online].Tersedia :

http://id.shvoong.com/tags/definisi-      kepemimpinan/.[29 Oktober 2012]

Winarto.2007.Teori Kepemimpinan       [online]. Tersedia http://nursepoint. blogspot.com/2007/teori-      kepemimpinan/.[29 Oktober 2012]

 

 

 

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply