TEKNIK ICE BREAKING | Website BDK Palembang

TEKNIK ICE BREAKING

TEKNIK ICE BREAKING

Oleh :

Elsy Zuriyani

PENDAHULUAN

Pembelajaran pada balai pendidikan dan pelatihan (diklat) dibuat senyaman  mungkin supaya para peserta diklat merasa senang dan enjoy dalam melaksanakan proses pembelajaran. Pembelajaran ini dinamakan pembelajaran menyenangkan. Pembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran dimana interaksi antara guru dan peserta didik, lingkungan fisik dan suasana memberikan peluang terciptanya kondisi yang kondusif untuk belajar. Pembelajaran dikatakan menyenangkan apabila di dalamnya terdapat suasana rileks, bebas dari tekanan, aman, menarik, bangktnya minat belajar, adanya keterlibatan penuh, perhatian peserta didik tercurah, lingkungan belajar yang menarik, bersemangat, serta disertai konsentrasi yang tinggi.

Untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sebagian besar guru/Widyaiswara/fasilitator menggunakan Ice Breaking untuk membuat pembelajaran menyenangkan. Teknik Ice Breaking ini mengutamakan suasana belajar-mengajar yang ceria, semangat, dan tidak membosankan. Penerapan teknik Ice Breaking ini dapat melatih kerjasama antar peserta didik, menjadikan peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran dan dapat belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana menyenangkan.

Pada kenyataan sebenarnya banyak widyaiswara/fasilitator menggunakan ice breaking selama proses pembelajaran berlangsung. Dan hasilnya memang sebagian besar peserta diklat sangat senang dan gembira. Tapi saat widyaiswara memulai masuk kedalam kegiatan proses pembelajaran inti maka peserta diklat lambat laun kondisinya kembali seperti semula. Kalau widyiswara/fasilitator keseringan memberikan ice breaking maka waktu akan hbis hanya untuk Ice Breaking. Hal ini menjadi sesuatu yang sangat bertentangan dengan tujuan Ice Breaking. Karena itu timbul pertanyaan sebenarnya ice breaking yang dapat menunjang pencapaian tujuan pembelajaran yang bagaimana.

Dalam makalah ini akan dibahas tentang teknik penerapan dan pengembangan Ice Breaking untuk membantu pencapaian hasil belajar peserta diklat. Adapun metode yang digunakan adalah kajian pustaka.

PEMBAHASAN

Istilah Ice Breaking berasal dari dua kata asing, yaitu ice yang berarti es yang memiliki sifat kaku, dingin dan keras, sedangkan breaker berarti memecahkan. Arti harfiah ice-breaking adalah “pemecah es” Jadi, ice breaking bisa diartikan sebagai usaha untuk memecahkan atau mencaikan suasana yang kaku seperti es agar menjadi nyaman mengalir dan santai. Hal ini bertujuan agar materi-materi yang disampaikan dapat diterima.

Tujuan utama ice breaking dalam pembelajaran adalah untuk mengoptimalkan belajar siswa. Dengan dilakukannya ice breaking motivasi siswa. Dengan dilakukannya ice breaking motivasi siswa menjadi tinggi, sehingga mempunyai rasa senang dalam mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu penggunaan ice breaking dalam proses pembelajaran perlu mempertimbangkan beberapa prinsip sebagai berikut:

a. Efektifitas

Jenis ice breaking apapun yang digunakan dalam pembelajaran haruslah dalam rangka menguatkan strategi pembelajaran dilaksanakan

b. Motivasi

Dengan ice breaking diharapkan siswa yang belum termotifasi untuk mengikuti pembelajaran menjadi termotifasi, atau siswa yang sudah jenuh mengikuti proses pembelajaran dapat kembali kepada performan awal, sebagaimana saat awal pembelajaran yang penuh motivasi

c. Sinkronized

Akan sangat baik jika ice breaking yang dipili adalah ice breaker yang sesuai atau singkron dengan materi yang dibahas pada saat itu. Dengan demikin ice breaking akan mempunyai daya penguat ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan

d. Tidak berlebihan

Ice breaking adalah kegiatan yang sangat menyenangkan bagi siswa, sehingga mereka akan termotivasi untuk mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung. Namun demikian penggunaan ice breaking yangg berlebihan justru akan mengaburkan tujuan pembelajaran itu sendiri.

e. Tepat Situasi

Ice breaking hendaknya dilaksanakan tepat situasi. Ice breaking yang dilaksanakan serampangan dikhawatirkan justru akan merusak stuasi yang sudah kondusif

f. Tidak mengandung unsur SARA

Ice breaking yang diberikan kepada siswa hendaknya dipilihkan yang mempunyai nilai positif terhadap rasa persatuan dan kesatuan

g. Tidak mengandung unsur pornografi

Sebagai pendidik guru harus memilih jenis ice breaking yang edukatif, sopan dan tidak mengandung unsur pornografi

Ada banyak macam ice breaker yang dapat digunakan dalm pembelajaran. Namun jika dilihat dari metodenya dapat dikelompokan menjadi 9 jenis, yaitu:

1) Yel-yel

2) Jenis tepuk tangan

3) Jenis lagu

4) Jenis gerak anggota badan

5) Jenis humor

6) Jenis games

7) Jenis cerita/dongeng

8) Jenis sulap

9) Jenis audio visual

Tidak semua penerapan ice breaking membawa hasil positif bagi proses pembelajaran, Ice Breaking yang efektif adalah yang mampu meningkatkan motivasi belajar. Ice Breaking yang tidak tepat bukan saja tidak meningkatkan motivasi namun juga dapat menyebabkan proses pembelajaran tidak mencapai hasil yang diinginkan, membuat peserta merasa tidak nyaman, membuang-buang waktu pembelajaran saja.

Karena itu seorang widyaiswara/fasilitator dalam memanfaatkan ice breaking dalam kelas harus memperhatikan teknik penerapan dan pengembangan Ice Breaking dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta diklat.

Teknik Penerapan Ice Breaking dalam Pembelajaran

Teknik penggunaan ice breaking ada dua cara yaitu secara spontan dilaksanakan dalam situasi pembelajaran dan direncanakan (pada awal, inti dan akhir pembelajaran).

a. Penerapan ice breaking secara spontan dalam proses pembelajaran

Ice breaking diberikan secara spontan dengan tujuan anatara lain untuk :

1) Memusatkan kembali perhatian siswa

2) Memberikan semangat baru pada saat siswa mencapai titik jenuh

3) Mengaliskan perhatian fokus materi pelajaran yang berbeda

b. Ice breaking di awal kegiatan pembelajaran

Ice breaking yang direncanakan dalam RPP memiliki kelebihan-kelebihan antara lain:

1). Ice breaking dapat dipilih secara lebih tepat, baik dalam menyesuaikan materi pembelajaran maupun ketepatan dalam memenuhi prinsip-prinsip penggunaan Ice breaker dalam pembelajaran

2) Ada kesempatan bagi guru untuk belajar terlebih dahulu terhadap ice breaker yang belum dikuasainya

3). Ice breaker yang dipersiapkan lebih sinkron dengan strategi pembelajaran yang dipilih guru saat itu

4) Ice breaker terasa lebih menyatu dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung.

c. Ice breaking pada inti kegiatan pembelajaran

Ketentuan dalam penggunaan ice breaking pada kegiatan inti pembelajaran adalah sebagai berikut:

1) Ice breaker digunakan pada saat pergantian sesi atau pergantian kegiatan

2) Ice breaker diberikan saat anak mulai mengalami kejenuhan dalam melaksanakan tugas

3) Ice breaker juga dapat digunakan untuk memberikan penguatan materi pembelajaran yang sedang diberikan.

d. Ice breaking pada akhir kegiatan pembelajaran

Walaupun pelajaran sudah selesai ice breaker masih dianggap perlu. Ice breaker pada akhir pembelajaran berfungsi antara lain untuk:

1) Memberikan penguatan tentang pemahaman konsep pembelajaran yang baru saja dilaksanakan

2) Mengakhiri kegiatan dengan penuh kegembiran

3) Memotivasi siswa untuk selalu senang mengikuti pelajaran berikutnya.

Teknik Pengembangan Ice Breaking dalam Pembelajaran

a. Browsing dan Sharing

Browsing and sharing atau mencari dan berbagi adalah teknik mengembangkan ice breaker yang paling mudah

b. Modification

Dalam memodifikasi ice breaker yang dapat dilakukan adalah dengan cara merubah beberapa bagian dari jenis ice breaker yang sudah ada sesuai dengan selera kita

c. Innovation

Istilah inovasi pertama kali dikemukakan oleh Schumpeter (1934), inovasi adalah mengkreasikan dan mengimplementasikan sesuatu menjadi satu kombinasi baru.

PENUTUP

Dalam melaksanakan ice breaking pada pembelajaran pada balai diklat maka widyaiswara/fasilitator harus menerapakan prinsip-prinsip ice breaking yaitu efektifitas, motivasi, singkronized, tidak berlebhan, tepat situasi, tidak mengandung sara, dan tidak mengandung pornografi.

Disamping itu agar ice breaking membantu pencapaian hasilbelajar ada beberapa teknik penerapannya anatara lain Penerapan ice breaking secara spontan dalam proses pembelajaran, Ice breaking di awal kegiatan pembelajaran, Ice breaking di inti kegiatan pembelajaran dan Ice breaking di akhir kegiatan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Aisyah, Nyimas, dkk. (2008). Pengembangan Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Depdiknas.

BSNP. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdikbud

Darmansyah. (2011). Strategi Pembelajaran Menyenangkan Dengan Humor. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunarto. (2012). Ice Breaker Dalam Pembelajaran Aktif. Surakarta: Cakrawala Media.

Sutrisno, Leo. Dkk (2008). Pengembangan IPA SD. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional

 

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply