Manajemen dan Kepemimpinan | Website BDK Palembang

Manajemen dan Kepemimpinan

Oleh:
Mardiansyah, S.IP., M.Si.
Widyaiswara Ahli Pertama, BDK Palembang

 

Abstrak

Manajemen harus diikuti dengan kepemimpinan. Pemimpin harus melihat pekerjaannya tidak hanya dengan kacamata, tetapi juga membutuhkan kompas untuk menentukan kiblat yang benar. Apalagi dalam sebuah organisasi atau entitas tidak pernah menunjukkan wajah keseragaman sehingga pemimpin harus memiliki wawasan yang luas dan mampu merasakan suasana yang terjadi didalam dan diluar.

Kata Kunci : manajemen, pemimpin.

PENDAHULUAN

            Manajement berasal dari kata “manus-tangan” yang berarti menangani sesuatu, mengatur, membuat sesuatu menjadi sesuai dengan yang diinginkan. Masih banyak lagi definisi manajemen yang pada hakikatnya merupakan ketrampilan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dengan cara mendayagunakan seluruh sumber daya yang ada. Manajemen mencakup berbagai aspek mulai dari perencanaan, pengorganisasian, mengkomunikasikan, dan melakukan evaluasi yang dalam ilmu manajemen sering kita mengenal singkatan POAC (Planing, organizing, Actuating, controling). Walau dalam prakteknya upaya untuk mengelola tidak kaku sebagaimana rumus tersebut karena dalam proses manajemen dibutuhkan ketrampilan (skill), berfikir konsepsional (conceptual thingking), keberanian mengambil keputusan dan risiko, serta membangun kualitas sumber daya manusianya (human resources Manajement). Ini semua adalah aspek kepemimpinan.

            Para manajer yang memiliki jiwa kepemimpinan harus memahami keterkaitan berbagai aspek yang ada dalam organisasinya. Manajer harus mempunyai semangat kepemimpinan yang kuat bila ingin perkembangan dan peningkatan. Manajemen yang baik tidak hanya terlibat pada aspek pengelolaan serta hanya berakhir dari perhitungan rugi laba, tetapi harus memiliki visi dan kedalaman penglihatan (insight) sehingga orang-orang disekitarnya melaksanakan tugas-tugasnya dengan penuh suka cita dan produktif.

 

Pembahasan

            Apa perbedaan manajemen dan kepemimpinan? Manajemen melihat melalui kacamatanya dan melakukan pekerjaannya, sedangkan pememimpinan melihat pada lensa dan berkata ”Apakah ini merupakan kerangka acuan yang benar?”. Manajamen bekerja di dalam sistem untuk membuat sistem itu berfungsi. Kepemimpinan memperbaiki sistem, berkaitan dengan arah, visi, tujuan, prinsip, hal-hal yang terpenting, dan pembentukan manusia, pembentukan budaya, pembentukan emosi, serta memperkuat orang. Manajemen lebih berkaitan dengan kontrol, logistik, dan efisiensi. Kepemimpinan berkaitan dengan hal-hal yang terpenting. Manajemen berkaitan dengan untung rugi (Covey: 318).

            Dengan demikian, kegiatan manajemen harus diikuti dengan kepemimpinan. Mereka harus melihat pekerjaannya tidak hanya dengan kacamata, tetapi juga membutuhkan kompas untuk menentukan kiblat yang benar. Apalagi dalam sebuah organisasi atau entitas tidak pernah menunjukkan wajah keseragaman sehingga pemimpin harus memiliki wawasan yang luas dan mampu merasakan suasana yang terjadi didalam dan diluar. Mereka juga harus mampu melihat keragaman (diversity) dan kelangkaan (scarcity) dari sumber dayanya dalam rangka membuat produk dan atau meraih pelayanan yang unggul. Mereka harus membuat peta organisasi secara menyeluruh yang mencakup antara lain:

  1. Man; Berkaitan dengan aspek kebutuhan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Seberapa jauh kualitas SDM yang ada, memadai, ataupun mampu mengantisipasi dan melaksanakan gagasan-gagasan, perubahan, tantangan dan memiliki kemampuan berdaya saing (Human Resources Management).
  2. Material; Berhubungan dengan bahan-bahan baku (termasuk didalamnya machinery, yaitu peralatan untuk memproduksi atau penunjang pelayanan). Melakukan perhitungan bahan-bahan tersebut, barang setengah jadi maupun stock inventory yang semuanya itu menjadi bagian dari pengamatannya karena hal tersebut berkaitan dengan konsekuensi finansial serta kelangsungan produksi dan pemasarannya (Inventory Manajement).
  3. Money; Berkaitan dengan aspek keuangan sebagai darah keberlangsungan organisasi. Bagaimana konsep-konsep yang harus dilakukan dalam hal finansial tersebut. (Financial Manajement).
  4. Market; Berhubungan dengan konsep-konsep dan strategi untuk melihat seberapa jauh pasar memerlukan jasa perusahaan, termasuk didalamnya apa yang disebut dengan pengelolaan marketing mix (product, promotion, place, dan price). Para pemimpin sadar pasar tidak dapat tidak selalu dinamis dan penuh dengan persaingan (Marketing Management).
  5. Method; Merupakan tata cara yang menyeluruh dari mulai aspek administrasi, tata laksana pekerjaan, dan mencari terobosan-terobosan baru untuk menciptakan pelayanan yang efektif dan efisien.

            Dalam format yang besar, seorang pemimpin mampu membuat gambaran dari seluruh aspek manajemen yang tersebut diatas dan mampu melihat keterkaitan (dependency) dari seluruh aspek manajemen yang dituangkan dalam bentuk struktur organisasi. Pertanyaan-pertanyaan klasik dengan rumus 5W1H (who, what, when, where, why, and how) akan dapat menjadi jembatan berfikir untuk melihat situasi global dari perusahaan yang dipimpinnnya. Demikian juga bila kita akan menyelenggarakan sebuah perencanaan atau kegiatan yang bersifat adhock, rumus tersebut dapat membantu untuk membuat konsep yang lebih membumi dan dapat dikerjakan (workable).

 

Penutup

            Kita tidak akan pernah berhasil mengatur orang lain selama kita sendiri tidak mampu mengatur diri sendiri. (self management). Sama halnya kita tidak dapat memimpin orang lain untuk mengikuti apa yang kita inginkan selama kita sendiri tidak berhasil memimpin diri sendiri (self leading). Tugas seorang pemimpin adalah memadukan kedua kemampuan ini kepada dirinya dan bawahannya dengan penuh perhatian dan berkesinambungan. Seorang manager leader yang berhasil adalah yang mampu melihat pekerjaannya dapat didelegasikan dan hal ini sangat bergantung dari profesionalisme dirinya, seberapa jauh mereka mampu membangun kematangan karyawannya dalam menjalankan tugas-tugasnya (job maturity).

            Pegawai diberikan uraian pekerjaan yang jelas, apa yang harus dilakukan dan hal apa yang harus dihindari (the do and the dont). Mereka juga melakukan proses pembinaan yang intensif kepada karyawannya, melakukan monitoring dan mengembangkan jaringan relasi yang lebih terbuka yang memungkinkan para pegawai dapat bekerja dengan suka cita tanpa beban birokrasi yang menghambat atau rasa takut.

DAFTAR PUSTAKA

Hill, Napoleon dan W. Clement Stone. Positive Mental Attitude. New Zealand: Angus Robertson. 1994.

Maxwell, john C., The 21 Irreputable Laws of Leadership (21 Hukum Kepemimpinan Sejati). Interaksa. 2004.

Tasmara, Toto. Spiritual Centered Leadership. Jakarta; Gema Insani Press. 2006

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply