Team Work dan Kepemimpinan | Website BDK Palembang

Team Work dan Kepemimpinan

Oleh:
Mardiansyah, S.IP., M.Si.
Widyaiswara Ahli Pertama, BDK Palembang

 

Abstrak

 

Kerjasama tim yang sinergi melahirkan pencapaian hasil yang lebih besar dibandingkan kerja sendiri-sendiri. Seorang pemimpin adalah orang yang sangat percaya bahwa hasil bersama lebih baik dari pemikiran sendiri-sendiri. Semangat tim akan terwujud bila setiap individu memahami bahwa keberadaan dirinya merupakan bagian dari mata rantai yang harus tersusun rapi dan memberikan makna. Individu harus rela dan ikhlas menempati posisinya masing-masing dalam kaitan tujuan bersama.

Kata Kunci : kerjasama, pemimpin.

 

PENDAHULUAN

            Teamwork atau kerjasama tim adalah suatu keniscayaan hal ini karena manusia tidak dapat melarikan diri dari kebersamaan karena memang manusia lahir akibat kebersamaan dan kemudian tumbuh, hidup, bahkan mati pun masih membutuhkan makna kebersamaan tersebut. Kebersamaan bukan hanya bermakna materi atau fisik, melainkan lebih merupakan ikatan emosi psikologis. Ikatan ini dapat kita rasakan dimulai dari keluarga. Bila ada satu anggota keluarga, katakanlah Ibu kita, yang beberapa hari tidak dirumah karena harus melakukan perjalanan dinas. Pastilah ada sesuatu yang hilang. Lebih tragis lagi bila berpisah dengan orang yang kita cintai.

            Ada semacam resonansi yang kuat dengan kepergian orang yang kita cintai, jiwa kita terasa hampa, pikiran kita selalu terpaut pada kenangan-kenangan indah bersamanya. Bahkan, tidak jarang ada yang kemudian jatuh sakit karena suasana hati yang luka dan nyeri tak tertahankan. Hal ini menunjukkan bahwa manusia mungkin dapat bertahan untuk sementara waktu sesuai dengan prinsip harus kuat untuk bertahan hidup. Padahal yang menyebabkan mereka tetap bertahan hidup lebih disebabkan adanya kebutuhan emosi serta dukungan dari orang lain.

            Kita akan mampu mengembangkan diri dan meraih prestasi bila kita mendapatkan dukungan sosial. Dalam organisasi, sering kita temukan suasana kerja yang membuat betah lebih memugkinkan adanya terobosan-terobosan baru, berani untuk berfikir, dan bertindak kreatif yang menyebabkan organisasi tersebut menjadi begitu kuat.  Hal ini disebabkan kemampuan para pemimpin serta anggota organisasi mampu mengetahui suasana hati di antara mereka sehingga tumbuh sinergi yang didukung terbukanya sistem untuk dapat saling berhubungan secara terbuka.

Pembahasan

            John Seely Brown (2004), eksekutif Xeroc Corporation, mengatakan bahwa salah satu ketrampilan yang paling penting dalam manajemen adalah kemampuan membaca isi hati manusia, kemampuan menyadari apa yang berperan. Yang disebut kekuatan dalam manajemen adalah kemampuan mewujudkan sesuatu. Namun, apa yang bisa kita lakukan sehingga orang lain rela mengerjakan apa yang akan dikerjakan.

            Peranan seorang pemimpin untuk menampilkan kemampuan dirinya dalam memotivasi dan membuka sekat-sekat psikologis yang akan menghambat pemberdayaan kelompok melalui semangat tim work yang kuat, kebanggaan kelompok dan kebanggaan dalam melaksanakan tugas-tugas secara bersama. Mereka saling menghormati nilai dan norma anggota kelompok. Mereka menjadikan dirinya berdaya guna penuh manfaat satu dengan lainnya.

            Para pemimpin harus memikirkan bagaimana suatu interaksi kerjasama di antara bawahannya menghasilkan situasi yang bersifat menang-menang (win-win). Seringkali kita melihat orang-orang disekitar kita kelihatan sangat sibuk. Mereka sama-sama bekerja, padahal jauh di dalam hati mereka ada persaingan tersembunyi. Kelihatannya sama-sama bekerja, tetapi tidak bekerja sama. Bila hal ini terjadi, bukan semangat win-win yang diperoleh, melainkan menang kalah (win-lose).  

            Oleh sebab itu, kita harus bisa membaca “atmosfer” kerja diantara bawahan kita. Apa yang tampak dipermukaan mugkin saja hanya sekedar basa basi dan bukan perilaku yang sebenarnya. Perlakuan kita terhadap mereka secara adil dan merata akan menumbuhkan tingkat kepercayaan dan bahkan pengorbanan yang jauh melampaui dari apa yang kita harapkan.

            Betapa pentingnya perlakuan kepada individu maupun kelompok dalam menciptakan tim work yang kuat. Seorang pemimpin adalah orang yang sangat percaya bahwa hasil bersama lebih baik dari hasil sendirian. Pemikiran bersama lebih kuat dari pemikiran sendiri-sendiri.

            Penelitian membuktikan bahwa kepintaran yang hebat dan bakat teknis saja belum cukup menjadikan Anda anggota tim yang hebat. Hal ini dibuktikan dalam serangkaian eksperimen yang menarik dijurusan bisnis Cambridge University. Sejumlah peneliti disana membuat keputusan dalam satu situasi bisnis yang pelik. Sebagian tim terdiri dari orang-orang yang sangat pintar. Walaupun memiliki keunggulan, ternyata tim yang ber IQ tinggi ternyata kinerja lebih buruk dari tim yang tidak semua anggotanya orang-orang pintar. Pengamatan terhadap tim-tim tersebut menjelaskan bahwa anggota yang ber IQ tinggi menghabiskan waktu untuk berusaha menang sendiri dan debat yang terjadi menjadi ajang persaingan antar anggota yang tidak pernah berakhir.

            Kerjasama tim yang sinergi melahirkan pencapaian hasil yang lebih besar dibandingkan kerja sendiri-sendiri. Hal ini ditulis  oleh GW Hill dalam Goleman (2004: 320) yang mengatakan bahwa hasil dari penelitian terhadap ratusan kelompok yang diuji menunjukkan bahwa 97 persen dari ujian tersebut, skor kelompok ternyata lebih tinggi dari skor terbaik untuk sendiri-sendiri.

            Semangat tim akan terwujud bila setiap individu memahami bahwa keberadaan dirinya merupakan bagian dari mata rantai yang harus tersusun rapi dan memberikan makna. Individu harus rela dan ikhlas menempati posisinya masing-masing dalam kaitan tujuan bersama.

Penutup

            Dalam semangat tim tidak ada konflik atau persaingan antara individu karena hal tersebut akan memperlemah keberhasilan pencapaian tujuan kelompoknya. Kata atau kalimat merupakan kumpulan dari huruf-huruf yang berserakan kemudian kita susun sesuai dengan kata atau kalimat apa yang kita maksudkan. Begitu ada satu huruf yang ingin bersaing dan menggantikan huruf yang lain maka artinya menjadi berubah atau sulit sekali diartikan.

Daftar Pustaka

Goleman, Daniel. Kepemimpinan Berdasarkan Kecerdasan Emosi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 2004.

Hill, Napoleon dan W. Clement Stone. Positive Mental Attitude. New Zealand: Angus Robertson. 1994.

Maxwell, john C., The 21 Irreputable Laws of Leadership (21 Hukum Kepemimpinan Sejati). Interaksa. 2004.

Tasmara, Toto. Spiritual Centered Leadership. Jakarta; Gema Insani Press. 2006

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply