Buah Pelatihan : Khusnul Mar’ah Mulai Rintis Laboratorium PAI SMP Negeri 8 Sekayu
  • Yeni Lesmana Dewi
  • 30 Juni 2025
  • 16x Dilihat
  • Berita

Buah Pelatihan : Khusnul Mar’ah Mulai Rintis Laboratorium PAI SMP Negeri 8 Sekayu

Sekayu,  30 Juni 2025 — Semangat mengembangkan pendidikan agama Islam yang lebih kontekstual dan aplikatif mulai terlihat dari langkah nyata yang dilakukan oleh Khusnul Mar’ah, HS, S.Pd.I, guru PAI di SMP Negeri 8 Sekayu. Sebagai salah satu peserta Pelatihan Calon Kepala Laboratorium PAI yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan, Khusnul langsung menggerakkan inisiatif perintisan Laboratorium PAI di sekolahnya.

Didukung oleh Kepala SMP Negeri 8 Sekayu, Retno Sulistyowati, S.Pd, upaya ini menjadi langkah awal dalam pengembangan model pembelajaran PAI berbasis laboratorium. Meskipun saat ini Laboratorium PAI belum sepenuhnya tersedia secara fisik dan masih dalam tahap pengembangan, proses perintisan sudah dimulai dengan menyusun konsep laboratorium, identifikasi kebutuhan sarana prasarana, dan pelibatan warga sekolah dalam mewujudkan ruang pembelajaran keagamaan yang lebih hidup dan interaktif.

“Setelah mengikuti pelatihan, saya semakin memahami bahwa Laboratorium PAI bisa menjadi pusat pembelajaran nilai-nilai Islam secara aplikatif. Saat ini saya sedang berproses, mulai dari menyusun rencana, mengusulkan kebutuhan, dan menyosialisasikan gagasan ini ke pihak sekolah,” ungkap Khusnul.

Retno memberikan apresiasi atas inisiatif Khusnul. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari transformasi pendidikan keagamaan di sekolah. “Kami mendukung penuh proses ini. Memang belum semua sarana dan prasarana tersedia, tapi komitmen dan inisiatif seperti ini adalah hal yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Adapun saat ini, proses pengembangan Laboratorium PAI di SMP Negeri 8 Sekayu masih difokuskan pada pengumpulan bahan ajar, pembuatan media pembelajaran sederhana, dan penataan ruang kelas yang dapat disesuaikan sebagai ruang laboratorium fungsional.

Kisah Khusnul menjadi contoh bagaimana pelatihan yang tepat dapat mendorong lahirnya aksi nyata di lapangan, meskipun harus dimulai dari proses bertahap. Harapannya, laboratorium ini segera terwujud sepenuhnya dan menjadi ruang pembelajaran PAI yang inovatif, menyenangkan, dan membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai keagamaan yang diharapkan.