Kegiatan Penutup Training of Facilitator Kurikulum Berbasis Cinta di BDK Palembang
Palembang, (15/11) — Balai Diklat Keagamaan Palembang resmi menutup rangkaian kegiatan Training of Facilitator (TOF) Kurikulum Berbasis Cinta melalui acara Refleksi Akhir yang diikuti oleh widyaiswara, pengawas, kepala madrasah, dan guru dari wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung dan Riau
Acara penutupan yang berlangsung di Aula BDK Palembang ini menjadi momen untuk merefleksikan proses pembelajaran, penguatan nilai, serta komitmen implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di satuan kerja masing-masing. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir.
Dalam arahannya, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang yang kini menjabat sebagai Kakanwil Provinsi Bengkulu, memberikan pesan mendalam tentang makna cinta, fitrah manusia, dan konsistensi dalam membawa nilai-nilai KBC.
“Jika kita mencintai sesuatu dengan sepenuh hati, tidak jarang kita mendapatkan sesuatu lebih dari ekspektasi. Asal kita yakin dan istiqomah bahwa kita bisa, Allah tidak suka dengan keragu-raguan.”
“Kita dilahirkan sebagai khalifah untuk menebar kasih sayang. Bahkan sejak awal, kita ditempah di ruang kasih sayang bernama rahim. Oleh karena itu, KBC ini menjadi wasilah agar kita tidak keluar dari konsep fitrah manusia.”
“Pesan saya, setelah KBC ini jangan berubah. Kembalilah ke satker, implementasikan KBC dengan hati dan kejujuran.”
Pesan tersebut menegaskan bahwa penutupan TOF bukan akhir dari proses, melainkan awal dari komitmen nyata untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih humanis, penuh kasih, dan selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, peserta TOF diharapkan menjadi fasilitator yang mampu menularkan semangat Kurikulum Berbasis Cinta dan menguatkan budaya pendidikan yang lebih hangat, inklusif, dan berorientasi pada karakter.
5 Mei 2021
26 Juli 2021
27 Januari 2021
28 April 2022