Kehadiran Sang Inisiator Moderasi Beragama: Momentum Bersejarah di BDK Palembang
Palembang, (12/11) — Dalam suasana yang penuh semangat dan harapan, Aula Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang menjadi saksi pelaksanaan Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi Ormas Pemuda Lintas Agama Angkatan 3 Se-Provinsi Sumatera Selatan. Momentum bersejarah ini dipandu oleh H. Mukmin, S.Hi, M.Si, Kasubbag Tata Usaha BDK Palembang, yang membuka ruang dialog lintas iman dengan penuh kehangatan.
Kali ini, BDK Palembang menghadirkan tokoh nasional yang sangat inspiratif, Dr. H. Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama Republik Indonesia periode 2014–2019. Beliau bukan hanya narasumber utama, tetapi juga penulis Buku Moderasi Beragama dan bagian dari inisiator gerakan moderasi beragama di Indonesia.
Di hadapan 40 peserta lintas agama yang mewakili enam keyakinan resmi di Indonesia, Lukman membuka materi dengan pemikiran yang menggugah jiwa. Beliau menyapa hangat seluruh hadirin dan mengajak peserta menyelami makna sejati dari moderasi beragama.
“Moderasi beragama bukanlah hasil akhir, melainkan proses yang terus-menerus dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama secara seimbang dan tidak ekstrem.”
Diskusi awal bersama peserta menghasilkan kesepahaman bahwa moderasi beragama adalah sikap saling menghargai dan toleransi di mana toleransi dimaknai sebagai kemampuan untuk menghargai perbedaan. Namun, beliau mengajak peserta untuk melangkah lebih jauh: membedakan antara moderasi agama dan moderasi beragama.
“Agama adalah sesuatu yang diyakini sempurna dan benar. Tapi cara kita beragama cara kita memahami dan mengamalkan ajaran itulah yang perlu dimoderasi.”
Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa hakikat beragama terdiri dari dua unsur utama: iman (keyakinan) dan amal (perbuatan). Keduanya tidak dapat dipisahkan. Moderasi beragama hadir sebagai proses menjaga keseimbangan antara kedalaman iman dan keindahan amal.
“Moderasi beragama adalah jalan tengah yang menuntun kita agar tetap berada di jalur yang benar, tidak tergelincir ke ekstremisme, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.”
Sebagai penutup yang penuh makna, dilakukan penandatanganan Buku Moderasi Beragama karya beliau sendiri, yang dibagikan kepada seluruh peserta. Momen ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjadikan moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan berbangsa yang damai, adil, dan beradab.
Pelatihan ini bukan hanya forum pembelajaran, tetapi juga ruang perjumpaan lintas iman yang memperkuat semangat kebangsaan dan persaudaraan. Di tengah keberagaman, para pemuda lintas agama bersatu dalam satu visi: menyemai toleransi, merawat kebangsaan, dan menghidupkan moderasi sebagai jalan tengah menuju Indonesia yang lebih teduh dan bersatu.
5 Mei 2021
26 Juli 2021
27 Januari 2021
28 April 2022