
Makna Puasa dalam Membangun Kedekatan dengan Allah
Palembang (5/3) – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang menggelar kultum di Musholla Ar Rayyan BDK Palembang, pada Rabu (05/03/2025).
Acara ini dihadiri oleh Kepala BDK Palembang, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si , Kasubbag TU H. Mukmin, SHI, M.Sy , serta seluruh pegawai BDK Palembang.
Kultum kali ini disampaikan oleh H. Riduwan, yang mengangkat makna puasa berdasarkan QS. Surat Al-Baqarah ayat 186. Ia menjelaskan bahwa hijab atau penghalang antara manusia dan Allah bisa dikikis dengan ibadah puasa.
“Ketika kita berpuasa, kita dilatih untuk tidak bergantung pada makanan dan makhluk. Seperti menurut Imam Al-Ghazali, seorang mukmin tidak boleh bergantung pada dunia, makhluk, nafsu, dan setan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kedekatan dengan Allah juga telah tersirat dalam shalat.
“Saat kita menghadapi masalah, kita harus bergantung kepada Allah. Jangan sampai tujuan kita dalam beribadah hanya bersifat duniawi,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa malaikat selalu mengawasi manusia, dan liang lahad selalu terbuka sebagai pengingat akan kematian. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjalani Ramadhan dengan penuh ketakwaan dan kesabaran.
Dalam kultumnya, ia menjelaskan bahwa menurut Imam Al-Ghazali, terdapat tiga tingkatan puasa :
• Puasa Awam – hanya menahan lapar dan dahaga.
• Puasa Khusus – menahan diri dari dosa dan perbuatan tercela.
• Puasa Para Nabi – mencapai derajat spiritual tertinggi dengan mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah.
"Puasa adalah ujian keimanan. Orang yang benar-benar bertakwa akan semakin dekat dengan Allah melalui ibadah ini. Jangan sampai kita meninggal dalam keadaan kafir, tetapi jadikanlah puasa sebagai jalan untuk wafat dalam keadaan Muslim," tutupnya.
Kultum ini memberikan refleksi mendalam bagi para peserta untuk lebih memahami esensi puasa sebagai bentuk ibadah yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dalam membangun hubungan dengan Allah SWT.