Nikmati Proses Belajar, Yakin Akan Ada Hal Indah di Ujung Sana
  • Yeni Lesmana Dewi
  • 9 Juli 2025
  • 20x Dilihat
  • Berita

Nikmati Proses Belajar, Yakin Akan Ada Hal Indah di Ujung Sana

Palembang (9/7) — Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si, Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang menyampaikan pesan inspiratif saat memberikan materi dalam Pelatihan Calon Kepala Laboratorium PAI. Dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme, Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pelatihan ini sebagai ruang bertumbuh, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. “Nikmati proses belajarnya, sehingga benar-benar mendapatkan ilmu, pembelajaran, dan pengalaman yang membekas,” ungkapnya.

Saefudin menegaskan bahwa salah satu tujuan dari pelatihan dan pengembangan SDM ini adalah untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap pakai. Oleh karena itu, peserta didorong untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks nyata di satuan pendidikan masing-masing.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab dipanggil Sae tersebut mengingatkan pentingnya melakukan transformasi cara berpikir di tengah perubahan zaman yang cepat. “Pemikiran kita tidak bisa konvensional lagi. Kita harus beralih ke digital. Kita tidak bisa ketinggalan zaman,” ujarnya. Ia juga menyinggung pentingnya nilai dalam setiap tindakan profesional. “Profesional memiliki nilainya. Nilai itu yang membentuk integritas kita, dan itulah yang akan membuat kita berbeda,” tambahnya.

Menutup penyampaian, pria kelahiran Gresik ini memberikan semangat kepada peserta untuk tetap berpegang pada cita-cita yang mereka miliki. “Jangan ragu dengan cita-cita kita. Istiqomah dengan cita-cita tersebut, karena yakinlah akan ada hal indah di ujung sana,” pesannya disambut tepuk tangan peserta.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis Kementerian Agama dalam memperkuat kapasitas tenaga pendidik, khususnya dalam pengelolaan laboratorium PAI. Melalui kegiatan ini, diharapkan adanya kepala laboratorium yang tidak hanya cakap dalam tugas, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak transformasi pembelajaran keagamaan di sekolah.