Pelayan Tamu Allah: Pesan Kepala BDK Palembang untuk Petugas Kloter
  • Yeni Lesmana Dewi
  • 13 Februari 2026
  • 4x Dilihat
  • Berita

Pelayan Tamu Allah: Pesan Kepala BDK Palembang untuk Petugas Kloter

Palembang, (13/02) – Asrama Haji Palembang menjadi saksi penting pembekalan petugas haji yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang, H. Mukmin, S.H.I., M.Sy.. Materi bertajuk “Integrasi Layanan Operasional Kloter” ini diikuti oleh 16 Ketua Kloter, 16 Pembimbing Ibadah Kloter, serta 32 Tenaga Kesehatan yang akan bertugas pada 16 kloter wilayah Sumsel dan Babel mendampingi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci 1447 H.  

Dalam arahannya, H. Mukmin menegaskan bahwa niat utama yang harus ditanamkan setiap petugas adalah menjadi Pelayan Tamu Allah. Dedikasi dan profesionalitas, menurut beliau, merupakan pondasi yang tidak boleh tergoyahkan. “Kita hadir bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi mengemban amanah suci untuk melayani tamu Allah dengan sepenuh hati,” ujarnya penuh ketegasan.  

Lebih jauh, beliau mengingatkan bahwa keberhasilan pelayanan haji tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh kebersamaan dan kekeluargaan antar unsur kloter. Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, dan Tenaga Kesehatan harus berjalan seiring, saling menopang, dan tidak boleh terjadi perpecahan. “Jangan sampai pecah kongsi. Sinergi adalah kunci agar pelayanan kepada jemaah berjalan lancar, penuh kehangatan, dan membawa keberkahan,” tegasnya.  

Dalam kesempatan itu, H. Mukmin juga menambahkan pesan mendalam yang menyentuh hati:  
“Kita bisa jadi petugas haji karena ada jemaah haji. Mereka adalah tamu Allah. Maka layanilah dengan baik dan sepenuh hati.”  

Pesan ini menjadi pengingat bahwa tugas petugas haji bukan hanya soal teknis, melainkan juga soal nilai, empati, dan semangat melayani. Dengan kebersamaan, profesionalitas, dan niat tulus sebagai pelayan tamu Allah, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang, nyaman, dan meraih predikat haji mabrur.  

Pembekalan ini sekaligus meneguhkan komitmen para petugas haji, bahwa di balik setiap langkah mereka, ada amanah besar yang harus dijaga: melayani dengan hati, menjaga persaudaraan, dan mengutamakan kepentingan jemaah di atas segalanya.