Perencana BMBPSDM Berkumpul di Bogor, Bersiap Susun Anggaran T.A. 2026
  • Yeni Lesmana Dewi
  • 30 Juli 2025
  • 7x Dilihat
  • Berita

Perencana BMBPSDM Berkumpul di Bogor, Bersiap Susun Anggaran T.A. 2026

BOGOR (30/7) – Badan Moderasi Beragama dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama menyelenggarakan kegiatan “Penyusunan RKA-K/L Pagu Anggaran T.A. 2026”. Kegiatan yang beragendakan penyusunan RKA-K/L Tahun Anggaran 2026 semua satuan kerja yang dibawahi BMBPSDM Kemenag tersebut berlangsung di Kota Bogor pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2025 mendatang.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Bagian Umum dan Perpustakaan Sekretariat BMBPSDM, Rizki Riyadu Taufiq, S.Th.I., M.A. Kepada para hadirin yang merupakan perencana dan Kasubbag Tata Usaha dari semua satker BMBPSDM, Rizki turut melaporkan beberapa hal terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. Salah satunya adalah besaran pagu indikatif BMBPSDM Kemenag yang telah turun, dengan jumlah jauh daripada tahun anggaran 2025.

“Pagu indikatif sudah muncul, dengan besaran sekitar 236 miliar. (Jumlah) Ini sangat berbeda dengan yang tahun ini (T.A. 2025), yaitu 561 milliar, yang itupun dalam kondisi efisiensi,” tutur Rizki dalam pembukaan kegiatan.

“Harapannya satke-satker di bawah kami dapat menata keping-keping anggaran 2026, menyesuaikan dengan pagu indikatif yang ada,” lanjutnya.

Besaran pagu indikatif yang diperoleh sementara tersebut baru terdiri dari belanja pegawai dan belanja operasional. Sementara untuk anggaran non operasional, besarannya baru akan diumumkan dalam pagu anggaran mendatang.

Di ruangan yang sama, Kepala BMBPSDM Prof. Dr. H. Ali Ramdhani, S.TP., M.T., menyampaikan arahan dan beberapa nasihat kepada para perencana secara virtual via Zoom Meeting. Ia berharap, dengan segala keterbatasan yang ada, para perencana tetap dapat bermanuver menyelenggarakan program-program normatif yang menjadi prioritas Kementerian Agama.

“Tetap pada program- program normatif sesuai demgan mandat negara kepada kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ali juga menekankan agar segala program dan rencana bersifat menurun (cascading) dari indikator kinerja yang telah ada, baik dari Perjanjian Kinerja maupun dari Rencana Strategi Kementerian Agama yang akan dirilis tidak lama lagi.

“Renstra kita sesaat lagi akan terbit, harus ada cascading dari sana ke program-program  penganggaran,” pungkas pria yang biasa disapa Dani tersebut. 

“Kita menghadapi dinamika pengelolaan keuangan yang dalam dimensi baru, dimana penghematan menjadi kondisi normal. Di sisi lain, kita juga tetap harus memberikan yang terbaik bagi para pengguna layanan kita.”