130 Peserta Rejang Lebong dan Kepahiang Antusias Ikuti Pelatihan Blended
  • Yeni Lesmana Dewi
  • 1 Juli 2025
  • 2x Dilihat
  • Berita

130 Peserta Rejang Lebong dan Kepahiang Antusias Ikuti Pelatihan Blended

Palembang (1/7) - BDK Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kompetensi ASN Kementerian Agama melalui pembukaan empat Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK) secara serentak di dua kabupaten, yakni Rejang Lebong dan Kepahiang. Kegiatan ini resmi dibuka pada Selasa, 1 Juli 2025, secara daring melalui Zoom Meeting, dihadiri oleh Kepala BDK Palembang, Dr. H. Saefudin, S.Ag. M.Si., Kasubbag Tata Usaha H. Mukmin, S.H.I, M.Sy, Widyaiswara, Panitia dan Seluruh Peserta Pelatihan. Dengan mengusung skema pelatihan blended learning yang terbagi dalam dua tahap, yaitu pembelajaran daring pada 1–4 Juli 2025 dan pembelajaran klasikal pada 8–10 Juli 2025 di wilayah kerja masing-masing.

Empat jenis pelatihan yang diselenggarakan mencakup PDWK Manajemen Zakat Angkatan V dan PDWK Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka Angkatan IV di Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, serta PDWK Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka Angkatan V dan PDWK Teknis Tata Naskah Dinas Angkatan III di Kementerian Agama Kabupaten Kepahiang. Total peserta dalam pelatihan ini mencapai 130 orang, terdiri dari ASN di berbagai satuan kerja seperti KUA, Madrasah dan Kemenag Kabupaten.

Dalam sambutannya, Saefudin menyampaikan bahwa sistem blended menjadi solusi strategis untuk mengoptimalkan efisiensi tanpa mengurangi kualitas pembelajaran. Menurutnya, skema yang menggabungkan pembelajaran daring dan klasikal ini dirancang agar tetap efektif dalam mencapai tujuan pelatihan. Saefudin menegaskan bahwa para peserta memiliki tanggung jawab moral untuk sungguh-sungguh dalam menyerap ilmu dari para widyaiswara.

“Dengan sistem blended ini, separuh pelatihan dilakukan secara online dan separuh lagi klasikal. Tentu saya berharap skema ini tidak mengganggu target dan tujuan pelatihan. Justru ini menjadi peluang bagus karena di era efisiensi seperti sekarang, tidak semua ASN bisa mendapatkan kesempatan seperti ini,” ungkapnya.

Saefudin juga menyoroti pentingnya peran setiap peserta sebagai agen perubahan di instansinya masing-masing. Menurutnya, alumni diklat BDK Palembang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi Kementerian Agama, mulai dari KUA, madrasah, hingga kantor kementerian di tingkat kabupaten.

Meskipun pelatihan blended ini tidak lepas dari berbagai dinamika dan tantangan, Saefudin menegaskan bahwa dengan niat dan semangat belajar yang kuat, seluruh peserta dapat meraih manfaat maksimal dari proses pelatihan. Ia pun berharap agar semua peserta dapat menjalani seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan penuh tanggung jawab.

Dengan pembukaan empat pelatihan ini, BDK Palembang menunjukkan bahwa inovasi dalam metode pelatihan ASN terus dikembangkan demi mewujudkan sumber daya manusia Kementerian Agama yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.